Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Lagi Mandi Divideo Nomor Whatsapp Disadap Dan Medsos Dibajak, Mahasiswa di Palangka Raya Curhat ke Cak Sam Polda Kalteng, Oknum Mahasiswa Penyuka Sesama Jenis Dibina Dan Dimediasi di Depan Orang Tua

badge-check


					Lagi Mandi Divideo Nomor Whatsapp Disadap Dan Medsos Dibajak, Mahasiswa di Palangka Raya Curhat ke Cak Sam Polda Kalteng, Oknum Mahasiswa Penyuka Sesama Jenis Dibina Dan Dimediasi di Depan Orang Tua Perbesar

Lagi Mandi Divideo Nomor Whatsapp Disadap Dan Medsos

NUANSA REALITA,Palangka Raya – Kumbang (21) mahasiswa di Palangka Raya curhat ke Cak Sam Polda Kalteng karena pada waktu mandi direkam, nomor whatsapp disadap dan media sosialnya dibajak oleh Belalang (21) yang merupakan teman kuliahnya sendiri, Jumat (13/2/2026).

 

“Pada September 2025 lalu, saya menginap di tempat teman sekelas saya bersama 2 teman kami yang lain. Teman saya selaku pemilik rumah sengaja merekam saya ketika bab dan mandi selama 34 menit. Saya sudah mengadukan hal ini kepada dosen, teman sekelas, dan juga orang tua yang bersangkutan. Setelah 2x melakukan pertemuan dengan yang bersangkutan, saya anggap masalah kami selesai. Namun, selang 2 bulan sejak kejadian itu teman saya menyadap WhatsApp saya. Saya baru sadar pada tanggal 13 November 2025. Ketika ditelusuri, ternyata yang bersangkutan sudah menyadap WhatsApp saya selama 3 bulan setengah, dan dia menyebarkan stigma negatif tentang saya berdasarkan isi chat, lalu menyembunyikan bukti itu pada folder terkunci di galeri dia. Bukan hanya itu, dia menyadap WhatsApp saya menggunakan perangkat yang berbeda (laptop dan HP). Saya sudah membicarakan masalah ini pada pihak kampus, dan sudah dilakukan peneguran pada yang bersangkutan. Saya pikir masalahnya sudah selesai, ternyata yang bersangkutan membajak akun Instagram dan Facebook saya, bahkan ada upaya mengubah kata sandi akun Instagram saya. Saya sudah sampaikan kepada ibunya, namun tidak ada intervensi dari pihak pelaku,” curhat Kumbang kepada Cak Sam.

 

Cak Sam kemudian menghubungi Belalang untuk dipertemukan dengan Kumbang agar masalah ini mendapatkan jalan terbaik.

 

Cak Sam selanjutnya memberikan pembinaan kepada Belalang di hadapan orang tuanya, agar tidak lagi merekam orang lain yang sedang mandi, tidak menyadap whatsapp dan tidak membajak medsos orang lain karena itu melanggar hukum dan bisa dipenjara.

 

Belalang mengaku melakukan hal tersebut karena terobsesi dengan Kumbang. Akhirnya, Belalang menyadari qkesalahannya dan meminta maaf kepada Kumbang serta berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya dan berjanji akan kembali hidup normal dengan menyukai lawan jenisLagi Mandi Divideo Nomor Whatsapp Disadap Dan Medsos Dibajak, Mahasiswa di Palangka Raya Curhat ke Cak Sam Polda Kalteng, Oknum Mahasiswa Penyuka Sesama Jenis Dibina Dan Dimediasi di Depan Orang Tua

 

Palangka Raya – Kumbang (21) mahasiswa di Palangka Raya curhat ke Cak Sam Polda Kalteng karena pada waktu mandi direkam, nomor whatsapp disadap dan media sosialnya dibajak oleh Belalang (21) yang merupakan teman kuliahnya sendiri, Jumat (13/2/2026).

 

“Pada September 2025 lalu, saya menginap di tempat teman sekelas saya bersama 2 teman kami yang lain. Teman saya selaku pemilik rumah sengaja merekam saya ketika bab dan mandi selama 34 menit. Saya sudah mengadukan hal ini kepada dosen, teman sekelas, dan juga orang tua yang bersangkutan. Setelah 2x melakukan pertemuan dengan yang bersangkutan, saya anggap masalah kami selesai. Namun, selang 2 bulan sejak kejadian itu teman saya menyadap WhatsApp saya. Saya baru sadar pada tanggal 13 November 2025. Ketika ditelusuri, ternyata yang bersangkutan sudah menyadap WhatsApp saya selama 3 bulan setengah, dan dia menyebarkan stigma negatif tentang saya berdasarkan isi chat, lalu menyembunyikan bukti itu pada folder terkunci di galeri dia. Bukan hanya itu, dia menyadap WhatsApp saya menggunakan perangkat yang berbeda (laptop dan HP). Saya sudah membicarakan masalah ini pada pihak kampus, dan sudah dilakukan peneguran pada yang bersangkutan. Saya pikir masalahnya sudah selesai, ternyata yang bersangkutan membajak akun Instagram dan Facebook saya, bahkan ada upaya mengubah kata sandi akun Instagram saya. Saya sudah sampaikan kepada ibunya, namun tidak ada intervensi dari pihak pelaku,” curhat Kumbang kepada Cak Sam.

 

Cak Sam kemudian menghubungi Belalang untuk dipertemukan dengan Kumbang agar masalah ini mendapatkan jalan terbaik.

 

Cak Sam selanjutnya memberikan pembinaan kepada Belalang di hadapan orang tuanya, agar tidak lagi merekam orang lain yang sedang mandi, tidak menyadap whatsapp dan tidak membajak medsos orang lain karena itu melanggar hukum dan bisa dipenjara.

Belalang mengaku melakukan hal tersebut karena terobsesi dengan Kumbang. Akhirnya, Belalang menyadari qkesalahannya dan meminta maaf kepada Kumbang serta berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya dan berjanji akan kembali hidup normal dengan menyukai lawan jenis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Arco Berbaris Rapi, Satgas TMMD Reg Ke-127 Siap Eksekusi Pekerjaan

16 Februari 2026 - 03:28 WIB

Perayaan HUT ke-9 Are You Cosmetics: Sinergi Ekonomi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat Magetan

16 Februari 2026 - 03:18 WIB

Wujudkan Lingkungan Asri, Warga Kampung Kotaway Rutin Gelar Gotong Royong

16 Februari 2026 - 03:05 WIB

Pengukuhan DPW NCW Bali Jadi Momentum Baru Gerakan Anti-Korupsi di Daerah

16 Februari 2026 - 02:38 WIB

Beautifikasi Jelang Ramadan, Dinsos Kota Bandung Jangkau 79 PPKS

15 Februari 2026 - 14:47 WIB

Trending di News