Atasi Sampah Organik dari Tingkat RW, Farhan Siapkan Tiga Kompos Pit per RW

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaua menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya. Salah satu langkah yang disiapkan yakni membangun tiga fasilitas kompos pit di setiap RW untuk mengolah sampah organik secara mandiri.

Program tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat kegiatan Salat Jumat Keliling (Jumaahan) di Masjid Miftahul Jannah, RW 10, Kelurahan Cipadung Kulon, Kecamatan Panyileukan, Jumat, 6 November 2026.

Farhan mengatakan, persoalan sampah organik menjadi salah satu tantangan besar yang harus diselesaikan langsung di lingkungan masyarakat. Selama ini, sampah organik masih banyak dikumpulkan dan berakhir dengan cara dibakar.

“Persoalan terbesar kita sekarang adalah sampah organik. Sampah organik itu terkadang dikumpulkan lalu dibakar. Ini harus sudah selesai di level RW,” ujar Farhan.

Untuk mendukung pengolahan sampah dari sumbernya, Pemkot Bandung berencana membangun tiga kompos pit di setiap RW mulai bulan depan.

Fasilitas tersebut direncanakan memiliki ukuran sekitar 2 x 2 x 2 meter. Kompos pit akan digunakan untuk menampung dan mengolah sampah organik agar dapat dimanfaatkan kembali menjadi kompos.

“Nanti setiap RW dibuatkan tiga kompos pit untuk memasukkan sampah organik agar bisa dibuat menjadi kompos. Teknisnya akan disampaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup kepada setiap kelurahan,” katanya.

Farhan menjelaskan, pelaksanaan program tersebut akan melibatkan berbagai unsur kewilayahan. Dinas Lingkungan Hidup akan memberikan arahan dan pelatihan kepada kelurahan, kemudian diteruskan kepada RW untuk menggerakkan masyarakat.

Ia menyebutkan, Kota Bandung memiliki 1.597 RW yang menjadi sasaran penguatan pengelolaan sampah berbasis kewilayahan.

Menurut Farhan, pembangunan fasilitas kompos pit di tingkat RW merupakan langkah awal. Ke depan, pengolahan sampah organik diharapkan dapat diperluas hingga tingkat RT dan rumah tangga sehingga sampah tidak lagi seluruhnya dibawa ke tempat pembuangan akhir.

“Sebetulnya kita memerlukan lebih banyak kompos pit supaya sisa sampah organik bisa selesai di level RT,” ungkapnya.

Selain penanganan sampah organik, Pemkot Bandung juga menyiapkan pengelolaan sampah nonorganik melalui teknologi pengolahan. Harapannya, fasilitas pengolahan sampah skala lebih besar dapat mendukung penyelesaian persoalan sampah Kota Bandung pada masa mendatang. (rob)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *