Majalengka, NR – Pembangunan jalan utama penghubung Desa Cieurih dan Desa Cipicung Kecamatan Maja yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Majalengka Tahun 2025 telah mengalami kerusakan parah, padahal pekerjaan baru selesai kurang dari satu tahun. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap mutu konstruksi dan pengelolaan anggaran publik.

Jalan yang direncanakan sebagai akses utama bagi masyarakat untuk aktivitas ekonomi dan pendidikan kini penuh dengan lubang besar, permukaan yang tidak rata, serta bagian hotmix yang mengelupas. Masyarakat melaporkan bahwa kondisi jalan semakin memburuk setelah musim hujan terakhir, membuat perjalanan kendaraan menjadi sulit bahkan berbahaya.
“Kita sangat berharap jalan ini bisa mempermudah aktivitas kita, tapi sekarang malah jadi beban. Banyak kendaraan yang terkena lubang, bahkan dulu juga pernah ada yang jatuh dari motor ya karena itu jalan nya yang berlubang”. ujar salah satu warga Desa Cieurih yang tidak ingin disebutkan namanya.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Majalengka belum memberikan tanggapan resmi terkait kasus ini. Namun, beberapa sumber menyampaikan bahwa menunjukkan kemungkinan faktor mutu material yang tidak sesuai standar dan proses konstruksi yang tidak tepat. Selain itu, pengawasan selama pelaksanaan pekerjaan juga menjadi titik sorot.
Anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan jalan tersebut diduga mencapai ratusan juta rupiah, yang seharusnya menjamin kualitas konstruksi minimal 5 tahun sesuai standar nasional. Kasus ini menjadi bukti penting bahwa perlu adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap proyek pembangunan yang menggunakan dana publik, serta penegakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab jika ditemukan kesalahan atau penyalahgunaan.
Masyarakat mengajak Pemerintah Kabupaten Majalengka untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan mengambil tindakan perbaikan serta langkah antisipatif agar tidak terjadi kasus serupa di masa depan.
(Fis/Sdr)












