Tagihan Naik Terus, Air Malah Hilang, Keluhan Warga Sukaraja Kulon Jadi Bukti Kinerja PDAM Majalengka Dipertanyakan!!

Majalengka, Ketidakpuasan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kembali meluas, kali ini datang dari warga Desa Sukaraja Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka. Ratusan warga di desa tersebut mengeluhkan layanan yang dinilai sangat timpang, di mana pasokan air bersih mendadak terhenti selama dua hari berturut-turut, sementara nilai tagihan yang mereka bayarkan setiap bulannya justru terus mengalami kenaikan.

Keluhan ini disampaikan langsung oleh perwakilan warga yang meminta konfirmasi terkait kondisi yang sangat merugikan konsumen. “Sudah dua hari ini air tidak keluar sama sekali di keran kami. Yang membuat kami heran dan kecewa, biaya tagihan setiap bulan selalu naik, tak pernah turun. Kalau pelayanan bagus mungkin kami ikhlas membayar mahal, tapi ini malah sebaliknya, uang kami diambil mahal, tapi kebutuhan dasar air tidak kami dapatkan,” ungkap salah satu warga pengadu dengan nada kesal. Jumat, (06/11/26).

Warga pun mempertanyakan kinerja dan tanggung jawab pihak pengelola. Bagaimana mungkin layanan publik yang menjadi kebutuhan pokok warga bisa macet berhari-hari, padahal kontribusi bulanan yang disetor pelanggan senantiasa meningkat tanpa alasan yang jelas? Warga pun menuntut kejelasan: kendala apa yang sebenarnya terjadi hingga sistem penyediaan air bisa lumpuh dalam waktu cukup lama?

Menanggapi gelombang protes tersebut, Kepala PDAM Unit Sukaraja, Kecamatan Jatiwangi, memberikan jawaban melalui pesan singkat WhatsApp. “Iya, tadi siang tadi ada perbaikan jadi belum normal pa, titik perbaikan di salagedang”.ujar Ahmad Sahidin kepala PDAM unit Sukaraja. Jumat, (06/11/26)

Fakta bahwa gangguan pada jaringan induk bisa terjadi dan berlangsung berhari-hari menjadi pertanyaan besar, di mana fungsi pemeliharaan rutin yang seharusnya menjadi kewajiban PDAM? Uang yang dikumpulkan dari kenaikan tarif setiap bulan—yang nilainya tidak sedikit—seharusnya digunakan untuk perawatan, perbaikan, dan penguatan infrastruktur agar kejadian seperti ini tidak terulang. Alih-alih infrastruktur membaik, warga justru kerap disuguhi pemadaman air yang tidak terjadwal.

Kondisi ini semakin menegaskan ketimpangan yang mencolok: tarif naik tanpa perbaikan layanan, dan gangguan terjadi tanpa solusi jangka panjang. Warga Desa Sukaraja Kulon kini berharap bukan sekadar permintaan maaf, melainkan tindakan nyata. Mereka menuntut kejelasan waktu pemulihan total, transparansi penggunaan dana yang masuk dari kenaikan tarif, dan jaminan agar keluhan serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut tanpa perbaikan mendasar, kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan PDAM Kabupaten Majalengka diprediksi akan semakin runtuh. Sebagai lembaga pelayanan publik, PDAM seharusnya mengutamakan hak konsumen, bukan hanya berfokus pada pemasukan pendapatan semata.

Sementara itu, Sri Rahayu D, S.Sos
Direktur PERUMDAM TBR Majalengka saat di konfirmasi awak media tidak menjawab pesan konfirmasi awak media ini.

Dengan tayang nya pemberitaan ini awak media akan terus berupaya konfirmasi pihak terkait lainnya.

(Fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *