Majalengka, NR – Ruas jalan hotmix di Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka tepatnya di Jalur Lewenggede, ternyata tidak tahan lama. Baru saja memasuki masa operasional kurang lebih enam bulan tepatnya di Bulan November 2025 saat selesai dikerjakan, kini memasuki Bulan Maret 2026 permukaan jalan yang seharusnya mulus kini telah banyak ditemukan lubang-lubang menganga, bahkan beberapa bagian bergelombang parah. Kondisi ini membuat pengguna jalan khawatir dan mengeluhkan ketidaknyamanan serta risiko kecelakaan yang tinggi.
Yang lebih mengkhawatirkan, pembangunan jalan ini menggunakan dana ratusan juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Majalengka, dimana uang rakyat yang seharusnya digunakan secara cermat dan bertanggung jawab untuk kesejahteraan masyarakat ini diduga malah dipakai main-main yanh menghasilkan pekerjaan yang tidam maksimal.

Warga sekitar mengaku kecewa atas pekerjaan jalan tersebut, “kita sangat kecewa pa hasil pekerjaan tersebut, tuh pak lihat saja pekerjaan yang sebelah ini mengelupas berlubang yang dekat lapang sepak bola atau SDN, yang lebih parah lagi kerusakannya sebelah embung leweunggede pak. Pekerjaan ini tahun kemarin pak bulan november, yang dikhawatirkan itu terutama saat hujan, jalan menjadi licin dan sangat berbahaya bagi pengendara,” ujar salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya. Selasa, (03/03/26).
Diketahui, Kontruksi jalan rusak dalam waktu singkat seperti ini diduga seringkali menjadi indikasi adanya masalah pada proses konstruksi, mutu material yang digunakan, atau kurangnya pemeliharaan pasca pembangunan. Selain itu, lalu lintas kendaraan berat yang berlebihan juga bisa menjadi faktor pendorong kerusakan jalan yang cepat terjadi. Namun dengan menggunakan dana APBD, masyarakat berhak mengharapkan kualitas terbaik dan pemantauan yang ketat dari awal hingga akhir proyek.
Kondisi jalan yang buruk ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari, tetapi juga berpotensi menghambat perkembangan ekonomi di wilayah tersebut, mengingat jalur ini menjadi salah satu akses penting bagi para pedagang dan masyarakat yang melakukan mobilitas antar desa. Belum lagi sumber daya APBD yang terbuang percuma hanya karena hasil konstruksi tidak memuaskan.
Sampai berita ini tayang, belum ada tanggapan resmi dari Dinas PUTR Kabupaten Majalengka maupun pihak terkait mengenai kondisi jalan Leweunggede yang rusak parah ini.
Masyarakat berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan untuk melakukan perbaikan menyeluruh dan melakukan penyelidikan mendalam terhadap penyebab kerusakan jalan, termasuk mengecek alur penggunaan dana APBD yang telah dikeluarkan untuk proyek ini.
(Tim)












