Savate Siap Unjuk Gigi di Porprov XV Jabar 2026, Manager Meeting Jadi Langkah Awal

BANDUNG | — Cabang olahraga (cabor) Savate bersiap ambil bagian dalam semarak Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Meski berstatus sebagai cabang olahraga ekshibisi, kehadiran Savate menjadi momentum penting untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan olahraga bela diri tersebut di Jawa Barat.

Agenda pembukaan Manager Meeting Porprov XV Jawa Barat 2026 Cabor Savate menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh peserta, official, pelatih, perangkat pertandingan, serta panitia memiliki pemahaman yang sama terhadap ketentuan pertandingan.

Savate pada Porprov XV Jawa Barat 2026 diselenggarakan oleh Pengurus Provinsi Federasi Savate Indonesia (Pengprov FSI) Jawa Barat dan dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober–1 November 2026 di GOR Bandung, Jalan Jakarta No. 18, Kota Bandung, Jawa Barat.

Berdasarkan daftar peserta yang disampaikan, terdapat 15 kabupaten/kota yang tercatat mengikuti ekshibisi Savate, yakni Kota Bekasi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Cianjur, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Subang, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Ciamis, Kota Cirebon, Kota Bandung, Kota Depok, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Bekasi.

Jujuk: Ekshibisi Menjadi Ruang Pembuktian dan Pengembangan

Ketua Pengprov Federasi Savate Indonesia (FSI) Jawa Barat, Jujuk Wahjudiana, S.IP, menegaskan bahwa keikutsertaan Savate dalam Porprov XV bukan sekadar tampil sebagai cabang olahraga ekshibisi.

Menurutnya, ajang tersebut merupakan kesempatan untuk membangun pengalaman bertanding, meningkatkan kualitas atlet, sekaligus memperluas pengenalan Savate di tengah masyarakat Jawa Barat.

“Status ekshibisi bukan berarti mengurangi semangat dan kualitas pertandingan. Justru ini menjadi kesempatan bagi atlet, pelatih dan official untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membangun fondasi Savate menuju prestasi yang lebih besar di Jawa Barat,” katanya.

Ia juga mendorong seluruh kontingen menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, keselamatan, serta semangat persaudaraan selama rangkaian pertandingan.

“Kami ingin Savate hadir dengan semangat prestasi, sportivitas dan persaudaraan. Menang adalah target, tetapi proses membangun karakter atlet dan menghormati lawan adalah bagian yang tidak kalah penting,” ujarnya.

Dini Arianti: THB Menjadi Acuan Bersama

Sekretaris Umum Pengprov FSI Jawa Barat, Dini Arianti, ST, menyampaikan bahwa Manager Meeting memiliki posisi strategis karena menjadi forum penyamaan persepsi sebelum pertandingan berlangsung.

Menurutnya, seluruh kontingen perlu memahami Technical Handbook (THB) yang menjadi pedoman teknis pelaksanaan ekshibisi Savate.

“Technical Handbook menjadi acuan bersama bagi panitia, perangkat pertandingan, official, pelatih dan atlet. Karena itu, seluruh ketentuan harus dipahami sejak awal agar pelaksanaan pertandingan berjalan tertib, transparan dan profesional,” ujarnya.

Ia berharap setiap peserta mempersiapkan dokumen administrasi dan mengikuti proses verifikasi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

“Kita ingin seluruh proses berjalan dengan tertib sejak pendaftaran, verifikasi, technical meeting hingga pertandingan. Semangatnya adalah memberikan pengalaman kompetisi yang baik dan berintegritas bagi seluruh atlet,” tambahnya.

Deny Morand: Siapkan Pertandingan yang Profesional

Sementara itu, Ketua Panitia Ekshibisi Porprov XV Jawa Barat 2026 Cabor Savate, Deny Morand, SH, CMe, CPCLE, CLMA, CCD, menekankan pentingnya koordinasi antara panitia, kontingen dan perangkat pertandingan.

Ia menyebut Manager Meeting bukan sekadar agenda administratif, melainkan forum untuk memastikan kesiapan teknis menuju pelaksanaan pertandingan.

“Manager Meeting menjadi ruang komunikasi bersama. Kita membahas ketentuan pertandingan, administrasi atlet, teknis pelaksanaan, perangkat pertandingan serta berbagai hal yang harus dipahami setiap kontingen,” kata Deny.

Deny juga mengajak seluruh pihak menjaga nama baik olahraga Savate dan Porprov Jawa Barat.

“Mari kita jadikan ekshibisi Savate ini sebagai panggung prestasi sekaligus momentum membangun masa depan Savate Jawa Barat. Kita ingin pertandingan berlangsung sportif, aman, tertib dan memberikan pengalaman terbaik bagi atlet,” katanya.

Paparan Technical Handbook Jadi Fokus Manager Meeting

Dalam agenda Manager Meeting, Sekretariat Pengprov FSI Jawa Barat bersama bidang pertandingan memberikan paparan mengenai Technical Handbook (THB).
THB disusun sebagai pedoman teknis bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan, sehingga setiap ketentuan dapat dipahami dan dilaksanakan secara konsisten.

Momentum Membangun Masa Depan Savate Jawa Barat

Lebih dari sekadar ekshibisi, kehadiran Savate dalam Porprov XV Jawa Barat 2026 menjadi kesempatan untuk memperlihatkan perkembangan pembinaan atlet, kualitas organisasi pertandingan, serta potensi olahraga bela diri tersebut di Jawa Barat.

Dengan semangat sportivitas, disiplin, profesionalisme dan persaudaraan, Savate diharapkan mampu memberikan warna positif dalam penyelenggaraan Porprov XV Jawa Barat 2026.

Dari ekshibisi menuju prestasi. Dari pertandingan menuju pembinaan. Dari Jawa Barat untuk masa depan Savate Indonesia.