Tribratanews.kalteng.polri.go.id – Polres Barito Utara – Pada Rabu siang (15/04/2026), jajaran Polsek Gunung Purei menggelar sosialisasi Saber Pungli dengan sasaran para sopir angkutan logistik yang membawa kebutuhan pokok melintasi jalan lintas kecamatan. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengantisipasi adanya pungutan liar di jalan raya yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab, yang dapat mengakibatkan kenaikan harga barang di pasar akibat tingginya biaya transportasi yang harus ditanggung oleh para pengemudi di Barito Utara.
Kapolsek Gunung Purei, Ipda Hermendi, S.I.P., menyatakan bahwa kelancaran distribusi pangan tidak boleh terhambat oleh praktik pemerasan jalanan yang merusak citra keamanan wilayah dan membebani ekonomi masyarakat luas secara tidak adil. Beliau meminta para sopir untuk segera melaporkan jika menemui adanya oknum yang meminta uang koordinasi tanpa dasar hukum yang jelas, agar jajaran polsek dapat segera melakukan tindakan penangkapan di lapangan demi menjamin keamanan arus logistik di wilayah hukum Kecamatan Gunung Purei.

Dalam pelaksanaannya, Ipda Hermendi, S.I.P. memberikan penjelasan bahwa pemberi maupun penerima pungli dalam kegiatan jasa transportasi dapat dikenakan sanksi pidana yang berat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku saat ini. Petugas menekankan bahwa setiap warga negara harus memiliki kesadaran untuk tidak menyuap petugas guna menghindari pemeriksaan rutin, karena ketaatan terhadap aturan adalah bentuk kontribusi nyata dalam menciptakan ruang publik yang bersih dari praktik korupsi dan kolusi yang merugikan.
Beliau juga mengingatkan bahwa pengawasan siber juga dilakukan terhadap akun-akun yang mencoba menawarkan jasa pengamanan ilegal secara daring kepada perusahaan angkutan guna meminimalisir ruang gerak mafia pungutan liar di jalanan. Kapolsek Ipda Hermendi, S.I.P. memastikan bahwa patroli rutin akan terus ditingkatkan pada jam-jam rawan guna memberikan rasa aman bagi para pengguna jalan, sehingga denyut nadi perekonomian daerah tetap berputar dengan sehat tanpa ada potongan biaya ilegal dari pihak manapun yang tidak berwenang.
Kegiatan sosialisasi siang hari ini ditutup dengan penempelan stiker “Kawasan Anti Pungli” pada bak truk angkutan sebagai simbol perlawanan bersama terhadap segala bentuk pemerasan yang meresahkan ketenangan bekerja. Ipda Hermendi, S.I.P. berharap dengan edukasi yang langsung menyentuh para pelaku transportasi, mata rantai pungutan liar di jalur logistik dapat diputus sepenuhnya, sehingga harga kebutuhan pokok di tingkat konsumen tetap stabil dan terjangkau oleh seluruh lapisan warga masyarakat desa.












