Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia

badge-check

71 Tahun KAA: Bandung Teguhkan Diplomasi Budaya dan Status Warisan Dunia Perbesar

Peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika di Hotel Savoy Homann menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat solidaritas global yang lahir dari Kota Bandung.

 

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon menyatakan, KAA merupakan tonggak besar dalam sejarah diplomasi dunia yang memperkuat posisi Indonesia sebagai penghubung negara-negara Asia dan Afrika.

 

“Konferensi Asia Afrika ini adalah satu tonggak sejarah yang sangat besar dalam diplomasi kita dan menjadikan Bandung sebagai pusat pertemuan bangsa Asia dan Afrika,” kata Fadli Zon di Hotel Savoy Homann, Minggu 19 April 2026.

 

Selain itu, Fadli juga menyoroti peran budaya sebagai kekuatan lunak (soft power) yang mampu menjembatani perbedaan dan meredam konflik antarbangsa. Ia menilai kesamaan budaya di kawasan Asia dan Afrika menjadi modal penting dalam membangun solidaritas global yang berkelanjutan.

 

“Budaya adalah soft power, kekuatan yang mampu menjadi jembatan ketika politik seringkali menimbulkan konflik dan perpecahan,” ujarnya

 

Fadli juga mengungkapkan pentingnya dokumentasi sejarah KAA sebagai warisan dunia. Ia bahkan berencana membuka koleksi foto konferensi yang dimilikinya sebagai domain publik agar dapat diakses luas oleh masyarakat dan generasi mendatang.

 

“Kesamaan budaya di Asia dan Afrika menjadi energi pemersatu yang melampaui perbedaan, sekaligus memperkuat solidaritas global,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan komitmen Pemkot Bandung untuk mengangkat kembali kawasan Asia Afrika sebagai pusat sejarah dunia. Upaya tersebut dilakukan melalui pengajuan kawasan Jalan Asia Afrika sebagai kandidat warisan dunia UNESCO.

 

“Kami sedang mengajukan kawasan Jalan Asia Afrika sebagai kawasan warisan dunia dengan target dalam empat tahun ke depan bisa masuk kandidat UNESCO,” ujar Farhan.

 

Farhan menilai, kawasan bersejarah ini harus terus hidup melalui berbagai kegiatan dan event agar memiliki daya tarik global yang kuat. Rangkaian peringatan KAA pun akan digelar dari April hingga Juli, melibatkan berbagai elemen masyarakat.

 

“Kawasan ini tidak boleh sepi, harus terus dihidupkan dengan berbagai event agar memiliki nilai tambah dan daya tarik global,” katanya.

 

Selain itu, Pemkot Bandung Bandung juga tengah menyiapkan penataan infrastruktur secara menyeluruh mulai dari perbaikan jalan, trotoar ramah disabilitas hingga revitalisasi gedung-gedung bersejarah yang kini belum dimanfaatkan secara optimal.

 

“Kami juga menyiapkan penataan infrastruktur, mulai dari perbaikan jalan, trotoar ramah disabilitas hingga revitalisasi gedung bersejarah,” tuturnya. (kyy)**

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kurang dari 24 Jam! Berkat Sinergi Imigrasi Ngurah Rai dan Soekarno-Hatta, Polres Badung Berhasil Ringkus Terduga Pelaku Penembakan di Canggu

19 Juli 2026 - 07:48 WIB

POLSEK KAPUAS HULU LAKSANAKAN SOSIALISASI KEPADA WARGA SEBAGAI UPAYA MENCEGAH KARHUTLA

19 Juli 2026 - 07:32 WIB

PATROLI DIALOGIS POLSEK KAPUAS HULU WUJUD NYATA JAGA KAMTIBMAS KONDUSIF

19 Juli 2026 - 07:27 WIB

MENCEGAH KARHUTLA POLSEK KAPUAS HULU RUTIN LAKSANAKAN SOSIALISASI KEPADA WARGA

19 Juli 2026 - 07:13 WIB

POLSEK KAPUAS HULU GIAT SAMBANG DAN DIALOGIS DENGAN WARGA MASYARAKAT

19 Juli 2026 - 07:09 WIB

Trending di News