Nuansarealitanews.com, Sampit (Kalteng) – Proyek pembangunan Jembatan Garuda yang berlokasi di Dusun Tandang, Desa Barunang Miri, Kecamatan Parenggean, terus menunjukkan tren positif. Setelah merampungkan pengerjaan tiang pancang di satu sisi, kini tim teknis mulai beralih melakukan pengukuran titik pancang di sisi seberang sungai, Kamis (30/4/2026).

Akurasi dan Presisi Konstruksi
Proses pengukuran ini tidak dilakukan sembarangan. Pihak pelaksana di lapangan menggandeng tim konsultan profesional untuk memastikan setiap koordinat posisi konstruksi tepat sasaran.
Beberapa poin penting dalam tahapan ini meliputi:
Sinkronisasi Posisi: Memastikan titik pancang di kedua sisi sungai sejajar secara linear.
Leveling Ketinggian: Menjamin tinggi tiang pancang sama persis (presisi) guna mendukung beban jembatan secara merata.
Validasi Data: Menghindari pergeseran struktur akibat kondisi tanah di area seberang.
“Tahapan ini menjadi langkah krusial agar tiang pancang yang satu dengan yang di seberang memiliki ukuran serta tinggi yang sama dan presisi,” tulis laporan teknis di lapangan.
Sinergi dan Harapan Masyarakat
Kehadiran Babinsa setempat, Serka Herman, di lokasi proyek turut memberikan motivasi bagi para pekerja dan warga sekitar. Menurutnya, pembangunan infrastruktur ini merupakan dambaan lama masyarakat Kecamatan Parenggean untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah.
“Dengan semangat gotong royong, diharapkan pembangunan Jembatan Garuda dapat berjalan lancar dan selesai sesuai target, sehingga segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk aktivitas ekonomi maupun sosial,” ujar Serka Herman.
Pembangunan Jembatan Garuda diprediksi akan menjadi urat nadi baru yang mempercepat mobilitas barang dan jasa di Desa Barunang Miri, sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi kemajuan Kabupaten Kotawaringin Timur.
(Umar k)












