SAMPIT – Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (Polsek KP) Mentaya kembali menggelar kegiatan humanis bertajuk “Minggu Kasih” di kawasan Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Minggu (21/6/2026) pagi sekitar pukul 09.30 WIB.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek KP. Mentaya, Ipda Ahmad Zaenal, didampingi oleh sejumlah anggota Polsek KP. Mentaya. Program ini bertujuan untuk menyerap langsung aspirasi, keluhan, serta masukan dari para pekerja dan buruh yang beraktivitas di area pelabuhan.

Dalam dialog yang berlangsung hangat tersebut, sejumlah perwakilan buruh pelabuhan menyampaikan harapan mereka kepada pihak kepolisian. Para buruh meminta agar Polsek KP. Mentaya tidak bosan-bosan memberikan imbauan terkait keselamatan kerja.
“Kami berharap pihak kepolisian selalu mengingatkan dan memberikan imbauan kepada para pekerja pelabuhan agar selalu tertib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Hal ini sangat penting guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan atau kecelakaan kerja sewaktu kami beraktivitas di areal pelabuhan,” ujar salah seorang buruh di lokasi.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kapolres Kotim AKBP Rezky Maulana Zulkarnaen, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek KP. Mentaya Ipda Ahmad Zaenal, menyambut baik kepedulian para buruh terhadap keselamatan mereka sendiri. Pihaknya berjanji akan mengintensifkan patroli dialogis dan edukasi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di kawasan pelabuhan.
“Kami sangat mengapresiasi masukan dari rekan-rekan buruh. Keselamatan Anda sekalian adalah prioritas utama. Kawasan pelabuhan memiliki risiko kerja yang cukup tinggi, sehingga kedisiplinan dalam menggunakan APD seperti helm, rompi, dan sepatu keselamatan tidak boleh ditawar-tawar,” tegas Ipda Ahmad Zaenal.
Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan Minggu Kasih ini merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk mendengar langsung kondisi di lapangan.
“Melalui sinergi yang baik antara kepolisian dan pekerja pelabuhan, kita harapkan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek KP. Mentaya tetap kondusif, dan angka kecelakaan kerja dapat ditekan hingga zero accident,” pungkasnya.
Kegiatan berjalan dengan aman, lancar, dan mendapat respons positif dari seluruh komunitas maritim di Pelabuhan Sampit.












