NuansarealitaNews.com-Jakarta.
Di bawah langit Jakarta Timur yang cerah, tepatnya di Marshalling Area Lanud Halim Perdanakusuma, suasana kental beraroma militer yang biasanya kaku, mendadak cair dan hangat pada Sabtu (20/06/2026). Kawasan tersebut dipadati oleh sekitar 386 atlet cilik dari berbagai daerah yang datang membawa sepeda tanpa pedal mereka.

Adapun para pembalap cilik yang mengikuti kompetisi ini,datang dari berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak
386 peserta dari berbagai daerah yakni peserta pembalap asal Batam, Samarinda,Bengkulu, Lampung,Palembang,Babel,Jogja,Solo,Surabaya,Jakarta,Bekasi, Jawabarat dan pushbike Tanggerang.
Acara yang diselenggarakan oleh Piki push bike kid Indonesia bekerjasama dengan Lanud Halim Perdana Kusuma
Jakarta pada 20 Juni 2026 itu diikuti 386 peserta dari dalam dan luar daerah dalam 5 kelaskelahiran tahun 2021 hingga 2024.
“Lanud Halim Perdana Kusuma sangat bangga bisa memfasilitasi kompetisi Piki push bike kali ini karena merupakan bentuk komitmen kami dalam berkolaborasi dan bersinergi dengan
berbagai lapisan masyarakat untuk membangun sebuah ekosistem yang luas serta bermanfaat bagi semua. Kompetisi Piki Push Bike ke 17 Sukses Digelar di Halim Perdana Kusuma
Selama 1 hari arena dipenuhi oleh ratusan pembalap cilik yang antusias mengikuti kompetisi Piki push bike kid Indonesia ke 17 yang dilaksanakan pada Sabtu 20 Juni 2026 di Lanud Halim Perdana Kusuma sukses dan bisa menjadi ajang bakat para raider cilik se-Indonesia.
Bukan untuk sekadar bermain, kehadiran para pembalap balita ini adalah untuk unjuk gigi dalam ajang balap sepeda bertajuk ‘Brave Little Riders Pushbike Race’.
Ajang ini merupakan inisiasi langsung dari Dinas Teritorial (Dister) Lanud Halim Perdanakusuma. Di balik riuhnya putaran roda sepeda mini, acara ini membawa misi besar yang menyentuh hati para orang tua, sebuah kampanye gerakanBukan untuk sekadar bermain, kehadiran para pembalap balita ini adalah untuk unjuk gigi dalam ajang balap sepeda bertajuk ‘Brave Little Riders Pushbike Race’.
Ajang ini merupakan inisiasi Dinas Teritorial (Dister) Lanud Halim Perdanakusuma.
Di balik riuhnya putaran roda sepeda mini, kegiatan ini membawa misi besar yang menyentuh hati para orang tua, sebuah kampanye gerakan “Satu Hari tanpa Gadget’. ‘Satu Hari tanpa Gadget.”
Ada pun para peserta yang mengikuti kompetisi ini, terdiri dari berbagai daerah di Indonesia, diantaranya, sebanyak peserta.
386 peserta dari berbagai daerah yakni,Batam,Samarinda,Bengkulu,Lampung,Palembang,Babel,Jogja,Solo,Surabaya,Jakarta,Bekasi, Jawabarat dan pushbike Tanggerang.
Acara yang diselenggarakan oleh Piki push bike kid Indonesia bekerjasama dengan Lanud Halim Perdana Kusuma
Jakarta pada 20 Juni 2026 itu diikuti 386 peserta,dari dan luar daerah. Terbagi dalam 5 kelas kelahiran tahun 2021 hingga 2024.
TNI Angkatan Udara melihat adanya ancaman nyata dari ketergantungan gawai pada anak usia dini. Melalui pendekatan olahraga kemasyarakatan yang kompetitif sekaligus menyenangkan ini, anak-anak ditantang untuk kembali ke kodratnya — bergerak fisik, bersosialisasi, dan merasakan sensasi jatuh-bangun di dunia nyata.
“Lanud Halim Perdana Kusuma sangat bangga bisa memfasilitasi kompetisi Piki push bike kali ini karena merupakan bentuk komitmen kami dalam berkolaborasi dan bersinergi dengan
berbagai lapisan masyarakat untuk membangun sebuah ekosistem yang luas serta bermanfaat bagi semua,” ujar Kolonel Pom Nanda Ruselvi, M. Tr (Han), Kadister Angkatan Udara Halim Perdana Kusuma kepada awak media Sabtu (20/06/2026) di arena kompetisi Lanud Halim Perdana Kusuma Jakarta.
Kolonel Pom Nanda Ruselvi, M. Tr (Han), Kadister Angkatan Udara Halim Perdana Kusuma menambahkan, semoga kompetisi ini dapat menjaring bakat anak-anak dan melastarikan pushbike se Indonesia tentunya. Serta nantinya diharapkan dapat mengurangi Ketergantungan Gadget melalui Olahraga, Lanud Halim Perdanakusuma Gelar ‘Brave Little Riders Pushbike Race’.
Dalam kompetisi Piki pushbike yang ke 17 ini juga dihadiri juga Kolonel Pom Nanda Ruselvi, M. Tr (Han), Kadister Angkatan Udara Halim Perdana Kusuma,
Wahyu Rahmat L.P.
Kasi Komsosdirga, dan Jumadi
Kasubsi Natdirga
yang diseponsori oleh Handsaplast serta pushbike kids indonesia
wildan fahmi (Pushbike Kids Indonesia) Salman (Pushbike Kids Indonesia).
Acara yang dihadiri langsung oleh Kadister beserta jajaran staf dan panitia ini berlangsung maraton dari pagi hingga malam hari. Antusiasme peserta terlihat luar biasa, sedari dari pembagian kategori usia yang sangat variatif dan kelas paling menggemaskan. Yakni Race 2024 Mix (anak usia 2 tahun), hingga kelas paling bergengsi, Race Top Class Boys & Girls.
Bagi Lanud Halim Perdanakusuma, memfasilitasi ratusan atlet cilik ini bukan sekadar menyediakan tempat. Langkah-langkah strategis ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Dister dalam rangka Pembinaan Ketahanan Wilayah (Tahwil) dan Komunikasi Sosial (Komsos).
Melalui ajang ini, TNI AU membuktikan pangkalan udara tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pertahanan negara yang kokoh, tetapi juga menjadi ruang terbuka hijau yang edukatif, membumi, dan mendukung pembinaan potensi generasi penerus bangsa yang tangguh dan berjiwa nasionalis.
Menurut Wildan Fahmi Pushbike Kid Indonesia mengatakan,”Nilai tersebut merupakan komitmen Piki pushbike untuk bisa memastikan langkah pushbike di Indonesia terus berkembang sebagai salah satu korporasi besar di Indonesia” jelas Wildan Fahmi.
Wildan Fahmi mengungkapkan, Kesuksesan acara Piki push bike yang ke 17 ini merupakan salah satu dari berbagai rangkaian program acara yang berbasis kompetisi olahraga pushbike yang akan diselenggarakan oleh pushbike Kid Indonesia setiap tahunnya. Adapun pergelaran kompetisi bergengsi ini guna mencari bibit-bibit jawara pushbike go internasional. Ujar Wildan.
Kita saat ini sedang melihat para raider dari berbagai kota di Indonesia datang/dapat mengikuti kompetisi pushbike Internasional kedepannya, sehingga pushbike menjadi ajang olah raga bergengsi di kompetisi internasional. Ungkapnya.
Sementara peserta pushbike dari Tanggerang menerjunkan 13 para raidernya,kelahiran tahun 2023 hingga 2022. Diantaranya Barra dengan nomor dada 369, Andra, Zoa, Kenzo, Bara Biru, Bara Banyu, Ezy,Shankara, anakku Wawa dan Kalysa,” pungkasnya.
(AR)












