
MAGETAN – Nuansarealitanews.com — Dalam rangka memperingati 1 Suro 1448 Hijriah, masyarakat Desa Nguri, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menggelar tradisi Bersih Desa pada Rabu (24/6/2026). Kegiatan tersebut dipusatkan di halaman rumah Kepala Dusun Nguri, Suratno, dan berlangsung dengan penuh khidmat serta antusiasme warga.
Acara Bersih Desa ini merupakan tradisi turun-temurun yang terus dilestarikan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus doa bersama untuk keselamatan, kesejahteraan, dan kemakmuran desa.
Kepala Desa Nguri, Sriyono, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Nguri yang telah menunjukkan semangat kebersamaan dan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh warga Desa Nguri yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya acara Bersih Desa ini dengan penuh semangat. Semoga kegiatan ini membawa berkah dan mempererat tali silaturahmi di antara kita,” ujar Sriyono.
Kegiatan ini juga mendapat perhatian dan dukungan dari anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Komisi D yang akrab disapa Bunda Sasa. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi Bersih Desa agar tidak hilang tergerus perkembangan zaman.
“Tradisi Bersih Desa seperti ini sangat penting untuk terus dilestarikan. Ini adalah warisan budaya yang harus dijaga bersama, jangan sampai punah. Selain sebagai bentuk syukur, kegiatan ini juga memperkuat kebersamaan masyarakat,” ungkap Bunda Sasa.
Selain dihadiri masyarakat setempat, kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran perangkat Desa Nguri, unsur Forkopimda Kecamatan Lembeyan, serta undangan khusus dari seluruh kepala desa se-Kecamatan Lembeyan dan beberapa tamu dari luar daerah.
Rangkaian acara diisi dengan doa bersama, tasyakuran, serta kegiatan budaya yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat setempat. Momentum 1 Suro juga dimaknai sebagai awal baru untuk meningkatkan kebersamaan, menjaga tradisi, serta memperkuat nilai-nilai gotong royong di tengah masyarakat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan tradisi Bersih Desa tetap lestari dan menjadi sarana memperkuat identitas budaya serta persatuan warga Desa Nguri di masa mendatang.Kalau ingin saya buatkan judul yang lebih provokatif/viral, atau ditambah kutipan warga biar lebih hidup, tinggal bilang saja. (gus)












