PANGKUT – Balai Desa Pangkut, Kecamatan Arut Utara, ramai didatangi warga Jumat pagi. Mereka datang bukan untuk rapat desa, tapi untuk curhat langsung ke Kapolsek Arut Utara. Program Jumat Curhat kali ini memang sengaja menyasar desa terjauh di Kobar agar suara masyarakat pedalaman didengar langsung. Dalam dialog yang dihadiri tokoh adat, Damang, mantir, dan pemuda desa, keluhan utama warga adalah kondisi Jalan Poros Pangkut yang rusak parah.
Lubang besar di beberapa titik sudah sering makan korban laka tunggal, terutama saat hujan. Selain itu, warga juga khawatir dengan peredaran miras oplosan di kalangan pemuda dan meminta agar patroli Polsek Aruta rutin menyisir warung remang-remang.Kapolsek Aruta menyambut baik semua masukan. Untuk jalan rusak, pihaknya akan segera bersurat dan koordinasi dengan PUPR Kobar serta pihak kecamatan agar jadi prioritas perbaikan.

Terkait miras, Kapolsek perintahkan Kanit Reskrim untuk mapping dan lakukan razia. Ia juga mengajak Damang dan tokoh adat ikut mengawasi pergaulan pemuda agar tidak terjerumus. Pertemuan diakhiri dengan kesepakatan bersama.
Warga siap jadi mitra Polri mengaktifkan kembali Siskamling dan Pos Kamling. Kapolsek Aruta menegaskan Jumat Curhat bukan seremoni, tapi cara Polri merawat kepercayaan. Karena bagi Polsek Aruta, menjaga Arut Utara yang luas ini tidak bisa sendiri, harus gandeng tangan dengan masyarakat adat.












