Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Akses Trans Kalimantan Sempat Lumpuh, DPRD Kalteng Desak BPJN Audit Menyeluruh Jembatan dan Box Culvert

badge-check


					Akses Trans Kalimantan Sempat Lumpuh, DPRD Kalteng Desak BPJN Audit Menyeluruh Jembatan dan Box Culvert Perbesar

Nuansarealitanews .com, Palangkaraya (Kalteng) – Insiden ambruknya box culvert di Kilometer 11 ruas Jalan Trans Kalimantan jalur Kasongan–Kereng Pangi, Kabupaten Katingan, memicu reaksi keras dari parlemen.

 

Pemerintah didesak untuk segera melakukan evaluasi total terhadap kondisi infrastruktur jalan nasional di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng).

 

Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid, meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalteng bergerak cepat melakukan pemeriksaan menyeluruh (audit) terhadap jembatan dan box culvert di sepanjang ruas Trans Kalimantan.

 

Menurutnya, insiden yang sempat memutus total akses lalu lintas tersebut merupakan sinyal peringatan yang tidak boleh diabaikan.

 

“Ini jalur vital Trans Kalimantan. BPJN perlu melakukan investigasi dan inventarisasi terhadap jembatan maupun box culvert yang rentan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegas Hafid, Minggu (5/7/2026).

 

Soroti Prioritas Anggaran dan Pengawasan Proyek

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Kalteng yang meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur ini menilai, pemerintah sudah sepatutnya memiliki basis data (database) digital mengenai usia, kondisi fisik, dan tingkat kelayakan setiap infrastruktur di ruas jalan nasional.

 

Perhatian khusus harus diberikan pada struktur yang berada di kawasan rawan erosi dan bantaran sungai.

 

Lebih lanjut, Ketua DPD PAN Kotawaringin Timur ini juga mengkritik kebijakan rehabilitasi infrastruktur yang dinilainya sering kali tidak tepat sasaran dan belum berbasis kondisi riil di lapangan.

 

“Masih terlihat jembatan yang sebenarnya masih sangat layak, justru dibongkar atau direnovasi. Seharusnya ada data kualitas yang valid sebagai dasar penentuan prioritas perbaikan, mana yang darurat dan mana yang bisa ditunda,” cetus Hafid.

 

Selain masalah prioritas, Mantan Ketua Karang Taruna Kalteng ini meminta adanya pengawasan berkala yang ketat terhadap kualitas pengerjaan box culvert, baik yang baru dibangun maupun yang sedang diperbaiki.

 

Hal ini penting untuk memastikan konstruksi mampu bertahan sesuai dengan target umur rencana.

 

Dilema Truk ODOL dan Desakan Jalur Alternatif

Faktor lain yang dituding menjadi biang kerok cepat rusaknya jalanan adalah maraknya kendaraan bermuatan lebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL). Hafid menilai regulasi dan penindakan di lapangan sejauh ini masih tumpul.

 

“Penindakan terhadap ODOL belum maksimal. Harus dilakukan secara tegas, berkelanjutan, dan terukur. Jangan hangat-hangat tahi ayam,” ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa kapasitas jalan dan jembatan di Kalteng saat ini sudah tidak mampu lagi menopang laju pertumbuhan ekonomi, terutama derasnya distribusi hasil sumber daya alam (SDA) yang mengandalkan jalur darat.

 

Oleh sebab itu, ia mendorong pemerintah untuk mulai merancang peningkatan kelas jalan sekaligus memikirkan pembangunan jalur alternatif.

 

“Trans Kalimantan merupakan urat nadi utama. Ke depan, pemerintah perlu mempersiapkan ruas jalan baru (alternatif).

 

Sehingga, ketika terjadi gangguan atau kerusakan di satu titik, mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tidak langsung lumpuh total,” jelasnya.

 

Menutup keterangannya, Hafid berharap pemerintah menghentikan pola perbaikan darurat yang bersifat sementara.

 

“Banyak jembatan di Kalteng ini usianya sudah puluhan tahun, bebannya sudah jauh berubah dibanding waktu pertama dibangun.

 

Pemerintah perlu menyusun perencanaan pembangunan jalan dan jembatan secara menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam,” pungkasnya.

 

Kondisi Terkini: Jalur Mulai Terbuka dengan Sistem Buka-Tutup

Berdasarkan informasi yang dihimpun, box culvert di KM 11 ruas Kasongan–Kereng Pangi tersebut ambruk pada Minggu (5/7) pagi, dan sempat menghentikan total arus kendaraan dari kedua arah.

 

Pihak terkait langsung menerjunkan alat berat ke lokasi untuk melakukan perbaikan darurat. Proses penanganan darurat tersebut dilaporkan rampung sekitar pukul 18.35 WIB.

 

Meski jalur sudah bisa dilalui, pihak kepolisian dan petugas di lapangan masih memberlakukan sistem buka-tutup satu jalur secara bergantian guna menghindari beban berlebih pada jembatan darurat.

 

(Umar k)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LAKSANAKAN PATROLI OBJEK VITAL, POLSEK KAPUAS HULU PASTIKAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN ANTREAN BBM

7 Juli 2026 - 06:16 WIB

ANTISIPASI KERAWANAN PADA SIANG HARI POLSEK KAPUAS HULU LAKUKAN KONTROL OBJEK VITAL

7 Juli 2026 - 06:12 WIB

Lantik 105 Pejabat, Wali Kota Ingatkan Integritas dan Profesionalisme

7 Juli 2026 - 05:28 WIB

Pemkot Bandung Siapkan Penguatan SDM DKPP untuk Jaga Ketahanan Pangan

7 Juli 2026 - 05:25 WIB

Bupati Aceh Tamiang Siap Perkuat Ketahanan Pangan, turun ke sawah pasca bencana

7 Juli 2026 - 05:22 WIB

Trending di News