Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Pemkot Bandung Siapkan Penguatan SDM DKPP untuk Jaga Ketahanan Pangan

badge-check


					Pemkot Bandung Siapkan Penguatan SDM DKPP untuk Jaga Ketahanan Pangan Perbesar

Pelantikan 105 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bandung tidak hanya menjadi agenda penyegaran organisasi, tetapi juga bagian dari strategi memperkuat sektor-sektor yang menjadi prioritas pembangunan. Salah satunya adalah ketahanan pangan menjelang musim kemarau.

 

Hal itu disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan usai melantik 77 pejabat struktural dan 28 pejabat fungsional di Plaza Balai Kota Bandung, Selasa 7 Juli 2026.

 

Menurut Farhan, rotasi jabatan merupakan proses yang wajar dalam organisasi pemerintahan yang memiliki sekitar 22 ribu ASN.

 

“Ini kegiatan rutin. Sebagai organisasi besar tentu harus ada rotasi agar organisasi tetap berjalan optimal,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan pengisian jabatan fungsional kali ini dilakukan berdasarkan kompetensi, terutama di bidang kesehatan dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).

 

Farhan mengaku memberi perhatian khusus kepada DKPP karena Kota Bandung akan menghadapi tantangan menjaga stabilitas pasokan pangan memasuki musim kemarau.

 

“Kami ingin memastikan SDM profesional di DKPP mampu menjaga cadangan pangan, memastikan distribusi lancar, dan menjamin suplai ke Kota Bandung tidak terganggu,” katanya.

 

Farhan menjelaskan, Kota Bandung merupakan daerah yang sangat bergantung pada pasokan pangan dari luar wilayah.

 

“Kita ini bukan produsen, tetapi 100 persen konsumen. Ada sekitar 16 provinsi yang menjadi pemasok kebutuhan pangan Kota Bandung,” ujarnya.

 

Karena itu, pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan Bulog untuk memastikan ketersediaan bahan pokok, sekaligus menjaga distribusi dari pemasok hingga pedagang tetap berjalan lancar.

 

Menurut Farhan, keseimbangan antara kepentingan masyarakat dan produsen juga perlu dijaga. Ia mencontohkan, harga ayam dan telur yang saat ini sedang turun memang menguntungkan masyarakat, namun apabila berlangsung terlalu lama justru dapat membuat pemasok mengurangi produksi.

 

Untuk menjaga keberlanjutan pasokan, Pemkot Bandung tengah menyiapkan konsep kerja sama jangka panjang dengan sejumlah daerah penghasil pangan melalui kontrak suplai beras dan telur.

 

“Ke depan kami ingin membangun kerja sama dengan daerah penghasil sehingga kebutuhan pangan Kota Bandung tetap terjamin secara berkelanjutan,” katanya.

 

Ia menambahkan, pemerintah juga sedang mengkaji berbagai skema penguatan ketahanan pangan, termasuk pembahasan mengenai lahan pertanian berkelanjutan bersama instansi terkait. (rob)**

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Anggota Polsek Kapuas Timur Melaksanakan Patroli Dialogis kepada Warga Masyarakat

7 Juli 2026 - 06:33 WIB

LAKSANAKAN PATROLI OBJEK VITAL, POLSEK KAPUAS HULU PASTIKAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN ANTREAN BBM

7 Juli 2026 - 06:16 WIB

ANTISIPASI KERAWANAN PADA SIANG HARI POLSEK KAPUAS HULU LAKUKAN KONTROL OBJEK VITAL

7 Juli 2026 - 06:12 WIB

Lantik 105 Pejabat, Wali Kota Ingatkan Integritas dan Profesionalisme

7 Juli 2026 - 05:28 WIB

Bupati Aceh Tamiang Siap Perkuat Ketahanan Pangan, turun ke sawah pasca bencana

7 Juli 2026 - 05:22 WIB

Trending di News