News

Mengukir Sejarah di Atas Panggung: Grand Final Pasanggiri Jaipongan Singaperbangsa 2026 Sukses Digelar

×

Mengukir Sejarah di Atas Panggung: Grand Final Pasanggiri Jaipongan Singaperbangsa 2026 Sukses Digelar

Sebarkan artikel ini

Dentuman kendang yang ritmis bersahutan dengan liukan gemulai para penari menciptakan atmosfer magis di Karawang, Sabtu (11/07/2026). Hari itu, gelaran Grand Final Pasanggiri Jaipongan Kreasi Singaperbangsa resmi menjadi panggung pembuktian bagi talenta muda Jawa Barat dalam merawat warisan budaya melalui seni tari.

 

​Diinisiasi oleh Lodaya Puragabaya Indonesia, kompetisi ini lebih dari sekadar adu bakat. Ia adalah sebuah narasi hidup yang menceritakan kembali sosok Raden Singaperbangsa, Adipati pertama Kabupaten Karawang.

​Menari Bersama Sejarah

​Nace Permana, sosok di balik layar sekaligus penggagas utama acara ini, mengungkapkan bahwa pemilihan nama “Singaperbangsa” bukan tanpa alasan. Baginya, seni tari adalah media paling efektif untuk menanamkan nilai sejarah kepada generasi Z dan Alpha.

 

​”Melalui gerak tari, kita merawat ingatan generasi muda akan sosok Singaperbangsa. Ini bukan hanya soal estetik, tapi bentuk penghormatan kita terhadap fondasi identitas Karawang,” ujar Nace di sela-sela kemeriahan acara.

​Tak hanya mengandalkan gerakan, Lodaya Puragabaya memberikan dukungan penuh bagi ekosistem tari dengan merilis karya musik orisinal. Sejak 2019, mereka telah melahirkan Triluguk, Nyi Ronggeng, dan kini Singaperbangsa. Sebagai bentuk dedikasi, Nace membuka akses gratis penggunaan lagu-lagu tersebut bagi sanggar tari mana pun di Jawa Barat, sebuah langkah konkret untuk membumikan kembali musik tradisional.

 

​Apresiasi Tokoh dan Momen Hangat

​Kehadiran jajaran pejabat publik, termasuk Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Sri Rahayu Agustina, serta perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, menegaskan pentingnya ajang ini bagi daerah. Sri Rahayu menyoroti bahwa kreativitas para peserta adalah napas baru bagi pelestarian budaya bangsa.

 

​Suasana pun berubah hangat saat para seniman yang hadir memberikan kejutan perayaan ulang tahun untuk Kang Nace. Momen ini menjadi potret solidaritas yang kuat di antara penggerak budaya di Karawang.

​Deretan Bintang Muda Pasanggiri 2026

​Setelah melalui seleksi ketat selama tiga bulan, berikut adalah para jawara yang berhasil memikat hati dewan juri dalam Grand Final berdasarkan berita acara nomor 03.5/LSM Lodaya:

​Kategori Anak:

​Juara 1: Sanggar Tari Putri Ayu, Kota Bandung (Hadiah Rp 7.500.000)

​Juara 2: Sanggar Tari Puspa Wangi (Hadiah Rp 5.000.000)

​Juara 3: Sanggar Tari Ajaeleang (Hadiah Rp 3.000.000)

​Kategori Remaja:

​Juara 1: Sanggar Tari Tri Arta, Bandung

​Juara 2: Sanggar Tari Saca Anakala

​Juara 3: Sanggar Tari Graha, Bandung

​Harapan 1: Sanggar Tari Saung Berem, Karawang

​Harapan 2: Sanggar Tari Putri Ayu, Kota Bandung

​Harapan 3: Sanggar Tari Mandala, Bandung

​Dengan berakhirnya ajang ini, harapan besar tertumpu pada para penari muda untuk terus melestarikan kearifan lokal. Selama sanggar-sanggar tari masih berdenyut dan panggung-panggung seperti ini terus tersedia, selama itu pula sejarah tanah Pasundan akan terus hidup dalam setiap gerak yang diwariskan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *