Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Ingat! Kota Bandung Berpotensi Terdampak Gempa Sesar Lembang

badge-check


					Ingat! Kota Bandung Berpotensi Terdampak Gempa Sesar Lembang Perbesar

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengingatkan warga bahwa potensi gempa dari Sesar Lembang memang nyata dan harus diwaspadai.

 

Menurut Erwin, wilayah Bandung termasuk daerah yang rawan gempa karena sudah menjadi bagian dari sistem sesar yang aktif.

 

“Wilayah Bandung ini pasti terdampak jika sesar itu bergerak. Siklus gempa di sini sudah ada, jadi kita harus siap,” ujar Erwin pada kegiatan Kajian Umum Mitigasi Bencana Sesar Lembang, di Masjid Al Muslim, Jalan Cibeunying Permai, Minggu 8 September 2025.

 

Erwin menyampaikan, pemerintah terus menyosialisasikan potensi Sesar Lembang kepada masyarakat.

 

“Sosialisasi terus kita lakukan di setiap wilayah, bekerja sama dengan unsur kewilayahan dari kelurahan dan kecamatan,” jelasnya.

 

Ia pun memastikan terkait izin mendirikan bangunan (IMB) terus diperhatikan oleh pemerintah juga kolaborasi dengan masyarakat.

 

“IMB ini terus kita pantau, jangan sampai ada yang melanggar apalagi di kawasan yang tidak semestinya. Pemukiman padat memang harus kita perhatikan. Struktur bangunannya masih banyak yang harus dibenahi,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi berharap, masyarakat mengenali area aman di rumah, kantor, dan tempat umum yang sering dikunjungi.

 

Misalnya, ruangan yang kokoh tanpa kaca atau ruang di bawah meja yang kuat bisa menjadi tempat berlindung saat gempa terjadi.

 

“Penting sekali memastikan ruangan atau rumah yang kita tempati itu kokoh dan kita tahu jalur evakuasinya,” kata Didi.

 

Ia juga menegaskan agar setiap anggota keluarga memiliki peran dan tempat berlindung masing-masing, terutama jika ruang aman tidak cukup untuk semua orang.

 

“Kita harus membagi ruang aman sejak dini, karena saat gempa. Kita tidak punya banyak waktu untuk berpikir,” ujarnya.

 

Didi mengingatkan pentingnya membiasakan budaya sadar bencana dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang sebaiknya selalu waspada dan mampu mengenali ruang aman, bahkan saat sedang di tempat umum.(yan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dirjen Adwil Kemendagri bersama Bupati ATAM Tinjau Instalasi Air Bersih

11 Mei 2026 - 06:02 WIB

POLSEK KAPUAS HULU LAKSANAKAN IMBAUAN KEPADA MASYARAKAT GUNA CEGAH LAHGUN NARKOBA

11 Mei 2026 - 06:01 WIB

Camat Poncol Turun Langsung, Mujayin Sambangi Warga Difabel dan Salurkan Bantuan Pribadi

11 Mei 2026 - 05:59 WIB

POLSEK KAPUAS HULU LAKSANAKAN IMBAUAN SEBAGAI UPAYA CEGAH PENYALAHGUNAAN NARKOBA

11 Mei 2026 - 05:53 WIB

POLSEK KAPUAS HULU SOSIALISASIKAN CEGAH TERJADI KEBAKARAN HUTAN SERTA LAHAN

11 Mei 2026 - 05:00 WIB

Trending di News