Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Farhan: Kota Bandung Harus Bangun Budaya Sadar Risiko

badge-check


					Farhan: Kota Bandung Harus Bangun Budaya Sadar Risiko Perbesar

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan meminta jajarannya membangun budaya sadar risiko dalam setiap kebijakan, program, maupun kegiatan pembangunan.

 

Hal itu ia sampaikan saat membuka Executive Workshop Membangun Budaya Risiko melalui Manajemen Risiko Pemerintah Daerah Kota Bandung di eL Hotel Bandung, Selasa 30 September 2025.

 

Menurut Farhan, budaya risiko bukan sekadar kewaspadaan, melainkan tata kelola yang lebih teliti, siap siaga, serta akuntabel.

 

Ia menilai setiap kebijakan pemerintah memiliki potensi risiko, sehingga perlu diantisipasi sejak tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga evaluasi.

 

“Budaya risiko bukan tentang rasa takut, tetapi soal ketelitian dan kesiapan. Dengan manajemen risiko yang baik, kita bisa mencegah masalah baru di masa depan, termasuk potensi masalah hukum,” ujar Farhan.

 

Di sisi lain, Farhan memastikan keberlanjutan program prioritas seperti Kang Pisman, Buruan Sae, dan Dapur Dahsat.

Ketiga program berbasis masyarakat tersebut harus saling terintegrasi untuk mendukung ketahanan pangan, pengelolaan sampah, hingga peningkatan kualitas lingkungan.

 

“Program ini tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Harus simultan, karena ujungnya bisa membantu kita menangani masalah besar seperti TBC dan stunting,” jelasnya.

 

Farhan juga mengingatkan, tata kelola pemerintahan Kota Bandung sudah menunjukkan capaian baik, namun tetap perlu perbaikan.

 

Sementara itu, Inspektur Kota Bandung, Dharmawan menyebut, manajemen risiko bukan sekadar prosedur administratif, tetapi harus menjadi budaya kerja baru di lingkungan Pemkot Bandung.

 

“Manajemen risiko adalah budaya yang proaktif, cerdas, dan berani berinovasi. Para pimpinan perangkat daerah harus menjadi motor penggerak transformasi budaya ini, sekaligus pemilik risiko di unit kerjanya masing-masing,” tutur Dharmawan.

 

Ia berharap, melalui workshop ini bisa meraih tiga capaian utama, yakni terbangunnya komitmen kolektif dari seluruh pimpinan perangkat daerah, teridentifikasinya draf awal risiko prioritas tingkat kota untuk RKPD 2026, serta lahirnya rencana aksi personal dari tiap pimpinan OPD.

 

“Dengan begitu, kita bisa mengamankan pencapaian visi Bandung Utama: Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis,” pungkasnya.(ray)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Gelar Wisuda Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026

13 Mei 2026 - 15:04 WIB

25 Ekor Sapi Diduga Lolos ke Jawa, Kasus SKH Palsu di Gilimanuk Disorot: Nama Oknum Polisi Disebut, Penyidik Dipertanyakan

13 Mei 2026 - 15:01 WIB

Percepat Ekonomi Kerakyatan, Danrem 102/Pjg Tinjau Progres Pembangunan KDKMP di Kotawaringin Timur

13 Mei 2026 - 12:34 WIB

Personil polsek lakukan Patroli ke pasar harian Pujon desa Pujon.

13 Mei 2026 - 08:51 WIB

Personil Polsek kapuas tengah Rutin lakukan imbauan larangan karhutla kepada masyarakat.

13 Mei 2026 - 08:49 WIB

Trending di News