MAJALENGKA, NR – Tokoh masyarakat Cibogo, Ahmad Syafiq, yang juga merupakan Wakil Ketua PCNU Kabupaten Majalengka, memberikan penjelasan terkait pertemuan warga dalam menyikapi dugaan peredaran obat-obatan terlarang di wilayah Dusun Cibogo, Desa Burujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi.
Saat dihubungi Nuansa Realita, Ahmad Syafiq menjelaskan bahwa meskipun warga tidak sempat bertemu langsung dengan pihak yang diduga terkait, substansi atau pesan yang ingin disampaikan masyarakat telah tersampaikan dalam pertemuan yang berlangsung pada Sabtu sore.
“Intinya sudah tersampaikan, walaupun warga tidak sempat bertemu dengan terduga,” ujar Ahmad Syafiq.
Menurutnya, warga, khususnya masyarakat yang rutin berkumpul atau ngopdar, ingin menyatakan sikap penolakan terhadap praktik-praktik terlarang, khususnya yang dikhawatirkan terjadi di lingkungan Dusun Cibogo.
“Poinnya adalah para warga, khususnya yang rajin ngopdar, ingin menyatakan sikap penolakan terhadap praktik-praktik terlarang, khususnya di Dusun Cibogo,” jelasnya.
Ahmad Syafiq meyakini pesan moral yang disampaikan warga dalam pertemuan tersebut sudah dapat dipahami. Karena itu, warga sepakat untuk menunda rencana mendatangi rumah pihak yang diduga terkait persoalan tersebut.
“Kita yakin pesan moral tersebut sudah tersampaikan pada pertemuan tadi sore, sehingga semuanya sepakat untuk menunda mendatangi rumah terduga,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, warga juga sempat melakukan komunikasi melalui video call dengan Kapolres Majalengka. Menurut Ahmad Syafiq, komunikasi tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan menjadi bagian dari upaya menjaga situasi tetap kondusif.
“Bahkan tadi kami sempat video call dengan Kapolres dan beliau menyapa warga dengan penuh kehangatan,” tuturnya.
Ahmad Syafiq menegaskan, dalam menyikapi persoalan tersebut dirinya selalu berkoordinasi dengan pihak berwajib. Hal itu dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman maupun tindakan yang justru dapat menimbulkan persoalan baru.
“Untuk menghindari kesalahpahaman dan salah langkah dalam bertindak, saya selalu berkoordinasi dengan pihak berwajib,” tegasnya.
Ia menambahkan, pertemuan warga tersebut pada dasarnya bersifat umum dan merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, sekaligus menjaga agar situasi di Cibogo tetap aman dan kondusif.
“Pertemuan yang dilakukan sifatnya umum untuk menjaga Cibogo tetap kondusif,” pungkas Ahmad Syafiq.
(DN)










