Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

DPRD Murung Raya

Dewan Apresiasi Pemkab Mura Tekan Angka Stunting

badge-check


					Tuti Marheni Perbesar

Tuti Marheni

Puruk Cahu – Kalangan DPRD Murung Raya (Mura) menyoroti risiko pernikahan usia dini yang tidak hanya berdampak pada kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menimbulkan persoalan sosial seperti meningkatnya angka putus sekolah, kekerasan dalam rumah tangga, hingga stunting.

Anggota DPRD Mura, Tuti Marheni, mengapresiasi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Murung Raya yang menginisiasi edukasi berbasis komunitas sebagai upaya jangka panjang dalam pencegahan kasus stunting.

Tuti berharap pemerintah, melalui dinas terkait, terus menggencarkan kegiatan sosialisasi di setiap posyandu, khususnya menyasar ibu muda.

“Evaluasi kegiatan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa edukasi semacam ini efektif dalam meningkatkan kesadaran ibu muda tentang pentingnya pola asuh serta bahaya pernikahan dini,” ujarnya, Selasa (26/08/2025)

Beberapa indikator capaian di antaranya adalah meningkatnya pemahaman peserta mengenai pola asuh yang efektif, bertambahnya kesadaran tentang dampak pernikahan dini, hingga terbentuknya komunitas belajar antar ibu muda di desa sebagai bentuk keberlanjutan program.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi masyarakat dan pemerintah desa untuk terus menyuarakan pentingnya perlindungan anak dan peningkatan kualitas pengasuhan di lingkungan keluarga,” imbuhnya.

Menurutnya, melalui program pembangunan ‘Generasi Murung Raya Hebat 2030’, pemerintah dan masyarakat harus bersinergi untul menekan angkla stunting.

Berdasarkan data, ngka stunting di Murung Raya berhasil turun signifikan dari 21 persen menjadi 15 persen pada tahun 2025.

Meski demikian, masih ada tantangan, terutama rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengikuti program edukasi.

“Stunting ini akan selalu muncul selama ada ibu hamil baru. Ketika satu kelompok sudah diedukasi, muncul lagi kelompok lain yang harus diedukasi. Tantangan kita adalah bagaimana masyarakat mau hadir dan paham pentingnya pencegahan stunting,” ujar Plt Kepala DP3ADaldukKB Mura, Lynda Kristianen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

ANGGOTA POLSEK PULAU PETAK LAKSANAKAN PATROLI MALAM, GUNA MEWUJUDKAN KAMTIBMAS KONDUSIF DI WILAYAH KECAMATAN PULAU PETAK

28 November 2025 - 10:09 WIB

Satlantas Polres Murung Raya Hadir Laksanakan Gatur Rutin Di Jam Sibuk Lalu Lintas

20 November 2025 - 03:28 WIB

Dina Maulidah: Keberangkatan Kafilah MTQH Mura Simbol Kekompakan Masyarakat Bangun Peradaban Spiritual

14 November 2025 - 12:56 WIB

Olivia Siswanti: Pemberdayaan Perempuan Penting Wujudkan Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan

14 November 2025 - 09:12 WIB

DPRD Mura Tekankan Penggalian Potensi Daerah Maksimal untuk Kesejahteraan Masyarakat

14 November 2025 - 07:36 WIB

Trending di DPRD Murung Raya