Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini mendapatkan angin segar dalam upaya meningkatkan kualitas produk mereka tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk studio foto. Melalui Bimbingan Teknis (BIMTEK) pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), peserta diajarkan cara mengedit foto produk agar terlihat profesional hanya dengan menggunakan handphone.

Narasumber dalam BIMTEK tersebut menekankan bahwa AI telah merevolusi proses kreatif yang tadinya eksklusif menjadi sangat mudah diakses oleh semua kalangan.
“Keuntungan penggunaan AI sangat luar biasa. Tadinya untuk foto produk harus sewa studio dan sebagainya. Sekarang, benar-benar hanya pakai handphone kemudian diedit, dan produk bisa terlihat profesional bahkan sampai siap dijadikan konten video,” jelas narasumber dalam sesi wawancara.
Fokus Bukan pada Aplikasi, tetapi Pemanfaatan
Materi BIMTEK ini disusun secara komprehensif, dimulai dari pemahaman fondasi dan cara pikir tentang AI, persiapan kreatif, hingga praktik langsung pembuatan foto, video, dan penggabungan semuanya menjadi satu konten utuh.
Ketika ditanya mengenai aplikasi AI terbaik yang bisa digunakan masyarakat awam, narasumber memberikan pandangan menarik.
“Semua aplikasi bagus. Intinya, jangan terpatok pada software-nya, tetapi bagaimana cara memanfaatkannya. Karena teknologi akan terus berkembang. Masyarakat bahkan bisa bertanya langsung pada AI: ‘Saya mau bikin gambar bagusnya pakai apa ya?’ nanti AI akan memberikan rekomendasinya,” tambahnya.
Model Pembelajaran Hybrid dan Peserta Campuran
Kegiatan BIMTEK ini diselenggarakan dengan model online-offline (hybrid) untuk menjangkau peserta yang lebih luas. Pertemuan tatap muka (offline) ditujukan agar peserta bisa bertanya langsung dan mendapatkan panduan.
Peserta BIMTEK datang dari latar belakang yang beragam, mulai dari mahasiswa hingga ibu-ibu. Keragaman ini justru menjadi kekuatan.
“Alhamdulillah, kami bisa saling bantu. Yang muda-muda (mahasiswa) bisa lebih cepat menerima materi online dan membantu peserta lain saat pertemuan offline,” ujar narasumber, menjelaskan suasana belajar yang kolaboratif.
Program ini masih menyisakan satu sesi lagi untuk menyatukan seluruh materi menjadi video produk utuh. Untuk keberlanjutan program pada tahun berikutnya, penyelenggara berharap ada batch lanjutan, meskipun hal tersebut masih menunggu keputusan dari pihak Ekraf.












