Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Pemkot Bandung Angkut Sampah di Eks TPA Dago, Kerahkan 8 Armada Pengangkut

badge-check


					Pemkot Bandung Angkut Sampah di Eks TPA Dago, Kerahkan 8 Armada Pengangkut Perbesar

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya mengangkut sampah di berbagai titik kota. Pada Kamis, 20 November 2025, penanganan masif dilakukan di Eks TPA Dago, tempat tumpukan sampah yang menggunung sejak September dengan volume mencapai sekitar 150 meter kubik.

 

Koordinator Wilayah Cibeunying, Bowo Bagus memastikan, pengerahan armada dilakukan secara maksimal untuk menuntaskan persoalan yang sudah berlarut.

 

“Target kami hari ini selesai. Kami kerahkan total 8 unit armada. Terdiri dari 3 truk tronton berkapasitas 25 meter kubik dan 5 unit armada berkapasitas 12 meter kubik,” kata Bowo.

 

Ia menjelaskan, penumpukan yang terlihat saat ini bukan terjadi dalam semalam, melainkan akumulasi hampir dua bulan terakhir.

 

“Setiap hari sebenarnya ada pengangkutan. Tapi karena tonase armada dikurangi, akhirnya terjadi penumpukan hingga sebesar ini,” jelasnya.

 

Sejak pagi armada tersebut terlihat hilir-mudik membawa sampah yang sudah membentuk gunungan tinggi di lahan TPS.

 

“Semua kekuatan kita keluarkan. Mobil bergerak terus, bergantian, supaya tumpukan bisa habis hari ini,” tambahnya.

 

Bowo menilai, persoalan sampah tidak akan bisa selesai tanpa keterlibatan masyarakat. Terlebih, Kota Bandung tidak memiliki TPA sendiri dan sangat bergantung pada TPA milik provinsi yang kini kondisinya overload.

 

“Kalau sampah tidak dipilah, semuanya menumpuk di TPA. Organik, anorganik, residu, semuanya dibuang. Itu membuat TPA cepat penuh,” tuturnya.

 

Ia kembali mengajak warga untuk melakukan pemilahan sejak dari rumah yaitu Sampah organik dapat dijadikan kompos. Sampah anorganik disetorkan ke bank sampah dan Sampah residu dibuang sesuai jadwal pengangkutan ke TPS.

 

“Pemilahan oleh warga dari sumber itu kunci. Lalu buang residu sesuai jadwal pengangkutan. Dengan begitu penumpukan bisa kita cegah,” katanya.(yan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

POLSEK KAPUAS HULU RUTIN PATROLI SIANG DI ATM, JAGA KONDUSIFITAS WILAYAH 

9 Mei 2026 - 08:19 WIB

POLSEK KAPUAS HULU PATROLI DI PERBANKAN, INGATKAN KEWASPADAAN DAN JUGA SINERGI KEAMANAN

9 Mei 2026 - 08:09 WIB

POLSEK KAPUAS HULU LAKUKAN SOSIALISASI DAMPAK JANGKA PANJANG DISEBABKAN ILLEGAL MINING

9 Mei 2026 - 08:04 WIB

LAKUKAN SOSIALISASI POLSEK KAPUAS HULU CEGAH ILLEGAL MINING DAN PEMAKAIAN BAHAN KIMIA

9 Mei 2026 - 08:02 WIB

POLSEK KAPUAS HULU IMBAU MASYARAKAT AGAR TIDAK LAKUKAN KARHUTLA SECARA SENGAJA

9 Mei 2026 - 07:59 WIB

Trending di News