Cilacap, nuansarealitanews.com – Kepala Desa Mekarmukti, yang dikenal sebagai “ARIIBRO”, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rekan media di Indonesia terkait pemberitaan viral di media daring yang menuduhnya “melecehkan wartawan”. Beliau dengan tegas membantah adanya niat untuk merendahkan profesi jurnalistik.
Klarifikasi dan permohonan maaf ini disampaikan langsung oleh ARIIBRO di kantin Puskesmas Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, pada Senin, 24 November 2025, sekitar pukul 16.00 WIB.

“Klarifikasi Kepala Desa ARIIBRO
ARIIBRO, selaku Kepala Desa Mekarmukti, menjelaskan bahwa kesalahpahaman tersebut bermula ketika ia menghadiri undangan kegiatan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) di Gor Cisadayana Ciamis, sekitar sebulan yang lalu.
“Tidak ada maksud saya untuk melecehkan rekan-rekan awak media. Saya tidak mengetahui bahwa acara tersebut akan membahas terkait wartawan. Kekuranglengkapan saya dalam menyebut nama waktu itu adalah tidak menambahkan kata ‘oknum’,” jelas ARIIBRO.
Beliau juga menegaskan bahwa video yang menjadi viral hanyalah potongan, tidak lengkap dari awal ketika pihak Ketua PPDI sudah terlebih dahulu menyebut kata ‘oknum’.
“Dengan ini, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada rekan media, jurnalis di seluruh Indonesia, dan organisasi media apa pun namanya. Ucapan yang menjadi viral dalam video tersebut bukan disengaja, melainkan karena ketidaksengajaan dan kekhilafan saya dalam berucap,” tegasnya tulus
“Kronologi Menurut Awak Media
Bang Boy dari Media Jayantaranews, salah satu awak media yang hadir, turut memberikan klarifikasi mengenai kronologi awal kejadian. Ia menyoroti adanya pihak luar yang melakukan upaya “menggoreng” isu, sehingga menimbulkan persepsi yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Bang Boy menjelaskan bahwa awal mula kejadian adalah rencana audiensi perwakilan warga kepada pihak desa, yang tujuannya adalah untuk sinkronisasi antara pemerintahan desa dengan pihak media, dan tidak memiliki niatan buruk atau ancaman.
Ia menyayangkan reaksi berlebihan dari pihak-pihak tertentu dan menyoroti pihak yang tidak bertanggung jawab yang sengaja menyebarkan opini menyesatkan.
“Ini kan banyak pihak-pihak yang lain menggoreng. Seolah-olah wartawan di Ciamis itu mencekam, padahal tidak ada apa-apa,” ujar Bang Boy.
Bang Boy menekankan bahwa hubungan antara media dan pemerintah desa di Ciamis selama ini terjalin dengan baik dan harmonis. Ia berharap insiden ini tidak merusak citra baik yang telah terbangun.
“Kesepakatan untuk Sinergi Berkelanjutan
Menanggapi hal tersebut, ARIIBRO kembali menyampaikan penyesalannya dan berjanji akan lebih berhati-hati dalam bertutur kata di hadapan publik.
Pertemuan di kantin Puskesmas Kecamatan Cisaga diakhiri dengan suasana yang kondusif. Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaika kesalahpahaman yang terjadi dan kembali menjalin hubungan baik demi kemajuan bersama.
ARIIBRO menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan media.
“Kami dari pemerintah desa sangat membutuhkan peran media sebagai mitra dalam pembangunan. Tanpa media, informasi tidak akan sampai kepada masyarakat secara luas. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama membangun komunikasi yang lebih baik lagi ke depannya,” pungkas ARIIBRO.
Mulyadi, salah satu tim awak media, menutup pertemuan dengan pesan damai.
“Namanya kita ini hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan hilap. Alangkah baiknya kalau persoalan ini diselesaikan dengan baik, dan mari kita jalin sinergi yang berkelanjutan,” tutupnya.
Insiden ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya komunikasi yang efektif dan klarifikasi yang cepat untuk menghindari kesalahpahaman yang dapat merugikan banyak pihak.
(Sas dan Tim)












