Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Bandung Iconic 2025 Hadirkan Inovasi Gizi dan Layanan Publik, Pemkot Targetkan Anak Lebih Sehat 

badge-check


					Bandung Iconic 2025 Hadirkan Inovasi Gizi dan Layanan Publik, Pemkot Targetkan Anak Lebih Sehat  Perbesar

Bandung Iconic (Innovation Contest and Coaching Clinic) 2025 digelar di Taman Sejarah, Balai Kota Bandung, Selasa 27 November 2025.

 

Kegiatan ini menampilkan beragam program inovatif untuk meningkatkan layanan gizi dan menekan angka stunting.

 

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memanfaatkan ajang ini sebagai wahana edukasi publik sekaligus penguatan koordinasi lintas sektor.

 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bandung, Anton Sunarwibowo menyatakan, Bandung Iconic 2025 merupakan bagian penting dari komitmen Pemkot Bandung dalam meningkatkan kualitas layanan gizi dan memperbaiki tata kelola percepatan penurunan stunting.

 

“Upaya ini untuk memastikan layanan gizi dilaksanakan secara aman, tepat, dan berkualitas. Inovasi dan kolaborasi lintas sektor diperlukan agar kita mampu membangun generasi Bandung yang sehat, cerdas dan berdaya saing,” ujarnya.

 

Selain menjadi ruang kolaborasi, Bandung Iconic diposisikan Pemkot Bandung sebagai wahana edukasi publik yang mempertemukan pemerintah, SPPG, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, pelajar, orang tua, hingga komunitas dalam pertukaran praktik baik penguatan gizi.

 

Apresiasi atas penyelenggaraan Bandung Iconic 2025 datang langsung dari Sekretariat Wakil Presiden.

 

Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Perekonomian, Pariwisata, dan Transformasi Digital sekaligus Plt. Deputi Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan SDM, Dia Kusumastuti hadir memberikan sambutan dan mengapresiasi langkah Pemkot Bandung mengambil langkah strategis dalam percepatan penurunan stunting.

 

“Kami menyampaikan salam hangat dari Bapak Wakil Presiden kepada masyarakat Bandung. Bandung Iconic 2025 adalah ruang pembelajaran dan kolaborasi yang sangat penting dalam upaya mewujudkan generasi yang lebih sehat,” kata Dia.

 

Ia mengingatkan, stunting bukan sekadar masalah tinggi badan, tetapi masalah multidimensi yang menyangkut perkembangan otak, daya tahan tubuh, hingga produktivitas masa depan bangsa.

 

Ia menyampaikan, Pemerintah pusat menargetkan prevalensi stunting turun hingga 14,2% pada 2029, dan daerah seperti Bandung menjadi kunci keberhasilan target tersebut.

 

Dia juga menyampaikan lima arahan Wakil Presiden pada Rakornas Stunting 2025, yaitu:

• Fokus pada pencegahan sejak 1000 HPK

• Penguatan koordinasi lintas sektor

• Pemanfaatan data akurat sebagai dasar kebijakan

• Replikasi dan pengembangan inovasi

• Edukasi publik yang intensif

 

Ia menegaskan komitmen pusat untuk memberi perhatian lebih kepada Jawa Barat, termasuk Kota Bandung, karena penurunan angka stunting di wilayah ini memberikan kontribusi signifikan terhadap capaian nasional.

 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain menyebut, seluruh perangkat daerah hingga TPPS kecamatan dan kelurahan telah diarahkan untuk memperkuat pelayanan langsung ke masyarakat, terutama kepada ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko.

 

Pemkot Bandung juga menyiapkan rangkaian monitoring dan evaluasi terstruktur, mulai dari self-assessment hingga penetapan praktik baik SPPG, sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan gizi.

 

Berbagai kegiatan Bandung Iconic 2025 seperti booth inovasi gizi, penimbangan balita, talkshow ahli, pertunjukan seni, hingga awarding, disiapkan bukan hanya sebagai hiburan tetapi sebagai medium pembelajaran publik.

 

“Momentum Bandung Iconic 2025 harus kita manfaatkan untuk memperkuat inovasi, kolaborasi, dan tekad bersama menurunkan stunting di Kota Bandung,” ujar Zul.

 

Kegiatan ini juga menampilkan sejumlah program peningkatan gizi dan upaya percepatan penurunan stunting. Sejumlah Standar Pelayanan Publik Gizi (SPPG) dari berbagai kecamatan turut hadir memperkenalkan inovasi masing-masing.

 

Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan oleh mahasiswa internasional dari Bangladesh, Jepang, Aljazair, dan India yang menampilkan aneka makanan bergizi khas negara mereka.

 

Pada kesempatan tersebut juga diberikan beberapa penghargaan, di antaranya:

 

• Pamong Inovasi Kota Bandung Terbaik 2025 untuk kategori Perangkat Daerah, Kewilayahan, dan Inovasi Terinspirasi.

 

• Penghargaan Kinerja Percepatan Penurunan Stunting untuk kategori Harapan dan Terbaik.

 

• Penghargaan Inovasi MBG Bandung Iconic 2025 untuk kategori Terbaik pertama hingga keenam bagi SPPG dari berbagai wilayah. (ray)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Gelar Wisuda Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026

13 Mei 2026 - 15:04 WIB

25 Ekor Sapi Diduga Lolos ke Jawa, Kasus SKH Palsu di Gilimanuk Disorot: Nama Oknum Polisi Disebut, Penyidik Dipertanyakan

13 Mei 2026 - 15:01 WIB

Percepat Ekonomi Kerakyatan, Danrem 102/Pjg Tinjau Progres Pembangunan KDKMP di Kotawaringin Timur

13 Mei 2026 - 12:34 WIB

Personil polsek lakukan Patroli ke pasar harian Pujon desa Pujon.

13 Mei 2026 - 08:51 WIB

Personil Polsek kapuas tengah Rutin lakukan imbauan larangan karhutla kepada masyarakat.

13 Mei 2026 - 08:49 WIB

Trending di News