Lampung, nuansarealitanews.com. Kesabaran masyarakat Kampung Sumber Baru, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, telah mencapai titik didih. Selama 15 tahun, infrastruktur jalan di kampung mereka dibiarkan rusak parah tanpa adanya tanda-tanda perbaikan berarti dari pemerintah daerah.
Kekecewaan ini memuncak pada Rabu (30/7/2025), ketika warga kembali menyuarakan tuntutan mereka akan keadilan pembangunan.

Paisal, seorang warga Sumber Baru, mengungkapkan bahwa pergantian kepemimpinan bupati sebanyak dua kali dan empat periode jabatan bupati – mulai dari era Bupati Bustami Zainudin, dilanjutkan dua periode Adi Pati Surya, hingga Bupati terkini Bu Ayu Asalasiyah – sama sekali tidak membawa perubahan berarti bagi kondisi jalan di kampung mereka.
“Sudah dua kali ganti bupati, tiga periode jabatan bupati, dan sekarang sudah empat periode jabatan bupati, tapi jalan kami masih juga belum dibangun,” keluh masyarakat kepada Media Nuansa Realita.
Ini adalah kegagalan nyata dari setiap pemerintahan yang telah menjabat!
Kondisi jalan yang rusak parah ini bukan sekadar ketidaknyamanan, melainkan ancaman serius bagi keselamatan dan perekonomian warga.
Paisal menjelaskan bahwa saat musim hujan, lubang-lubang di jalan tergenang air, menjadikan jalur licin dan sangat berbahaya.
“Banyak pengendara sepeda motor dan mobil yang jatuh karena keadaan jalan yang rusak parah,” ujarnya.
Dampak kerusakan jalan ini bahkan melumpuhkan akses transportasi publik; travel enggan masuk ke Kampung Sumber Baru, memaksa warga harus keluar kampung jika ingin bepergian.
Apakah nyawa dan mata pencarian warga tidak berarti bagi pemerintah daerah?
Paisal juga menyoroti insiden terputusnya jembatan penghubung Kampung Simpang Asam ke Kampung Sumber Baru yang ironisnya, tidak mendapat perhatian pemerintah.
Akibatnya, pembangunan kembali jembatan tersebut terpaksa dilakukan secara swadaya oleh para sopir dan masyarakat setempat.
Ini adalah tamparan keras bagi fungsi dan tanggung jawab pemerintah dalam melayani rakyatnya!
Masyarakat Kampung Sumber Baru kini mendesak keras pemerintah Kabupaten Way Kanan untuk segera merealisasikan pembangunan jalan tanpa menunda-nunda lagi.
Harapan besar tertumpu pada respons pemerintah terhadap aspirasi mereka, agar jalan di Kampung Sumber Baru dapat segera diperbaiki dan mengakhiri penderitaan panjang warga.
Seruan Tegas kepada DPRD Way Kanan: Jangan Diamkan Penderitaan Rakyat!
Selain menuntut bupati, masyarakat Kampung Sumber Baru juga melayangkan desakan keras kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Way Kanan. Sebagai wakil rakyat, DPRD memiliki tanggung jawab konstitusional untuk mengawasi kinerja eksekutif dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Kami meminta DPRD untuk tidak tutup mata dan tidak diam saja melihat penderitaan kami selama 15 tahun ini,” tegas Paisal.
“DPRD harus segera memanggil Bupati, mempertanyakan alasan di balik penundaan pembangunan jalan ini, dan mengambil langkah konkret untuk memastikan alokasi anggaran dan pelaksanaan pembangunan segera dilakukan.
“Masyarakat Kampung Sumber Baru mendesak agar DPRD menggunakan hak interpelasi atau hak angket jika perlu, untuk mengusut tuntas mengapa jalan vital ini terbengkalai begitu lama.
Jangan biarkan janji-janji manis hanya menjadi omong kosong! Rakyat Sumber Baru menuntut tindakan nyata sekarang dari eksekutif maupun legislatif! Kami berharap DPRD Way Kanan menunjukkan keberpihakan kepada rakyat dengan memperjuangkan pembangunan yang telah lama dinanti ini.
(Sas NR)












