Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Peran Produsen Food Tray Dalam Negeri Dalam Mendukung Program MBG

badge-check

Jakarta – Pemerintah tengah menggencarkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia. Namun, upaya mulia ini dinilai berpotensi tercederai oleh penggunaan peralatan makan yang tidak memenuhi standar keamanan pangan.

Dalam Sarasehan Nasional bertema “Peran Produsen Food Tray Dalam Negeri Dalam Mendukung Program MBG” yang digelar di Hotel Best Western, Senayan, Jakarta, dua asosiasi industri besar – ASPRADAM (Asosiasi Produsen Alat Dapur dan Makan) dan APMAKI (Asosiasi Produsen Wadah Makan Indonesia) – menyampaikan keprihatinan atas masuknya food tray impor berbahan stainless steel tipe SUS 201 yang tidak foodgrade dan berbahaya bagi kesehatan anak-anak.

Ancaman Nyata dari Food Tray Impor ASPRADAM dan APMAKI mengungkap hasil investigasi bahwa sebagian food tray impor yang digunakan dalam program MBG terbuat dari SUS 201, material yang berpotensi mengandung logam berat dan tidak direkomendasikan untuk kontak langsung dengan makanan panas. Hal ini berisiko memicu masalah kesehatan jangka panjang bagi anak-anak yang seharusnya justru dilindungi melalui program MBG.

Sebaliknya, seluruh anggota asosiasi produsen dalam negeri telah berkomitmen menggunakan stainless steel tipe SUS 304, material foodgrade internasional yang aman, tahan lama, dan sesuai standar kesehatan.

Seruan Tegas: Utamakan Produk Lokal Dalam forum tersebut, para produsen menyampaikan harapan besar kepada pemerintah agar mengutamakan produk dalam negeri dalam pengadaan food tray untuk program MBG.

“Bukan hanya demi keamanan anak-anak, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan industri nasional,” tegas perwakilan ASPRADAM. Ia menambahkan bahwa penggunaan produk lokal akan:

Membuka lapangan kerja baru, Meningkatkan nilai tambah industri hilir stainless steel dalam negeri, Memberikan kontribusi pajak kepada negara, Sementara produk impor kerap masuk tanpa pajak dan tanpa pengawasan mutu yang ketat.

MBG Jangan Jadi Peluang Impor Murahan. APMAKI mengingatkan bahwa jika pemerintah terus mengandalkan produk impor murah yang tak terstandarisasi, maka selain membahayakan kesehatan publik, negara juga akan dirugikan secara fiskal dan ekonomi jangka panjang.

Sarasehan ini menjadi panggilan moral bagi seluruh pemangku kepentingan: wujudkan program MBG yang tidak hanya sehat secara gizi, tetapi juga aman, adil bagi industri nasional, dan berpihak pada kepentingan bangsa.

JNI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

POLSEK KAPUAS HULU RUTIN BERIKAN IMBAUAN DAMPAK LAHGUN NARKOBA KEPADA WARGA

8 Februari 2026 - 07:44 WIB

DENGAN LAKSANAKAN SOSIALISASI SEBAGAI UPAYA POLSEK KAPUAS HULU BERANTAS LAHGUN NARKOBA

8 Februari 2026 - 07:40 WIB

POLSEK KAPUAS TIMUR LAKSANAKAN PENGECEKAN PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN WARGA

8 Februari 2026 - 07:34 WIB

SAMBANG AWAK SAT POS KAMLING, POLSEK KAPUAS TIMUR PERKUAT SINERGI DENGAN WARGA

8 Februari 2026 - 07:28 WIB

POLSEK KAPUAS TIMUR LAKUKAN IMBAUAN CEGAH ADANYA KEGIATAN ILLEGAL MINING

8 Februari 2026 - 06:05 WIB

Trending di News