Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Sejarah! Kota Bandung Jadi Tuan Rumah Konvensi Sains Terbesar Pertama di Indonesia

badge-check


					Sejarah! Kota Bandung Jadi Tuan Rumah Konvensi Sains Terbesar Pertama di Indonesia Perbesar

Untuk pertama kalinya, Indonesia menyelenggarakan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) yang berskala nasional dan internasional.

Kota Bandung dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan prestisius ini yang dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), ITB, Kamis 7 Agustus 2025.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan rasa bangga karena Kota Bandung dipercaya menjadi tuan rumah konvensi nasional berskala internasional ini.

Ia berharap, forum yang menghadirkan ribuan peneliti, dosen, mahasiswa doktoral, dan tokoh akademik dari berbagai wilayah ini akan melahirkan banyak gagasan segar yang dapat diadopsi menjadi kebijakan nyata.

“Saya sangat bangga atas acara ini. Bisa berkumpul bersama melakukan konvensi di ITB selama tiga hari dan mudah-mudahan bisa melahirkan banyak sekali ide-ide dan juga papers yang bisa dimanfaatkan oleh pemerintah dalam rangka membangun kebijakan berbasis evidence atau berbasis ilmiah,” tutur Farhan.

Farhan mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya memberikan arahan agar pemerintah mampu memanfaatkan sumber daya intelektual yang hadir dalam konvensi ini.

Menurutnya, Presiden menekankan pentingnya membangun sistem ekonomi konstitusional yang berkeadilan dan ilmiah.

“Arahan dari Pak Presiden adalah manfaatkanlah orang-orang yang pintar ngumpul di sini sekarang ini untuk kemajuan bangsa dengan mengombinasikan sistem perekonomian yang disebut dengan ekonomi konstitusional. Jadi ekonomi yang berkeadilan, peran pemerintah masih besar tapi peran swasta juga tidak kecil. Dasarnya adalah semua kebijakan harus berdasarkan data ilmiah,” kata Farhan.

Meskipun tidak menyampaikan secara spesifik tentang investasi atau proyek tertentu, Presiden, lanjut Farhan, secara jelas menekankan bahwa semua keputusan strategis nasional harus berangkat dari kajian dan perhitungan akademik yang matang.

“Beliau tidak secara spesifik menyebut soal investasi atau hal lainnya, tetapi arahannya sangat jelas bahwa setiap kebijakan harus didasari oleh sebuah perhitungan ilmiah. Itu sebabnya kerja sama antara pemerintah dengan perguruan tinggi menjadi sangat penting,” ujarnya.

Farhan juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bandung selama ini telah menjalin kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, khususnya dalam mendukung pengambilan kebijakan di berbagai sektor, mulai dari tata kelola lingkungan hingga transformasi digital layanan publik.

“Kita memang selalu punya kerja sama dengan berbagai macam perguruan tinggi dan alhamdulillah kerja samanya berbuah hasil yang sangat baik semuanya,” tambahnya.

Kegiatan ini menghadirkan lebih dari 2.200 peneliti aktif, 401 rektor, 351 dosen dari Jawa Barat dan Jakarta, 171 mahasiswa doktoral, serta 150 guru besar. Tak hanya dari kalangan akademisi, lebih dari 250 peserta dari kementerian, BUMN, dan sektor industri turut berpartisipasi.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto menyampaikan, konvensi ini adalah inisiatif langsung Presiden untuk menyatukan kekuatan sains demi masa depan Indonesia.

“Kami menargetkan peta jalan riset dan inovasi dapat disusun selama tiga hari konvensi ini,” katanya.

Mengangkat tema “Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi Melalui Penguasaan Sains dan Teknologi”, KSTI 2025 membahas delapan sektor strategis nasional: pangan, energi, kesehatan, pertahanan, maritim, hilirisasi dan industrialisasi, digitalisasi (termasuk AI dan semikonduktor), serta material dan manufaktur maju.

Sektor-sektor ini dipilih berdasarkan kebutuhan strategis Indonesia dalam menghadapi persaingan global dan mendorong kemandirian teknologi.

Selama tiga hari pelaksanaan, konvensi akan diisi dengan berbagai sesi strategis, termasuk diskusi panel, executive session bersama kementerian dan lembaga, sesi berbagi pengalaman dari peraih Nobel dan akademisi internasional, serta pameran hasil riset dan inovasi industri.

Tak hanya itu, akan diumumkan pula penerima BRIN Award sebagai bentuk apresiasi terhadap karya ilmiah dan institusi riset terbaik. (rob)**

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Personil Piket Jaga Polsek Kapuas Tengah melayani Warga masyarakat.

11 Februari 2026 - 13:07 WIB

Piket polsek lakuakan rutin Patroli ke pasar harian Pujon desa Pujon.

11 Februari 2026 - 13:02 WIB

Berikan Imbauan kantibmas kepada warga di lakukan personil Polsek Kapuas Tengah.

11 Februari 2026 - 12:57 WIB

Piket Polsek kapuas tengah Rutin lakukan giat imbauan larangan karhutla kepada masyarakat.

11 Februari 2026 - 12:52 WIB

Satgas Saber Pangan Polda Bali Sidak Pasar, Hasilnya Ditemukan Cabai Kriting Harganya Cukup Tinggi

11 Februari 2026 - 12:29 WIB

Trending di News