Majalengka, Pembangunan tembok penahan tanah (TPT) yang didanai dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025 di Blok Urunan, Desa Buniwangi, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.

Dugaan ini mencuat setelah adanya laporan dari warga yang mengamati kualitas pekerjaan proyek tersebut.
Menurut sumber yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan, TPT yang seharusnya dibangun dengan standar kualitas tertentu, terlihat rapuh dan kurang kokoh.
“Jika dilihat dari adukan jenis pasir dan semennya itu kurang, yang dikhawatirkan TPT ini tidak akan bertahan lama. Bahkan ketika dicongkel pun menggunakan tangan adukan yang sudah terpasang tersebut mengelupas dan rapuh kurang kokoh”.ungkapnya. Kamis, (11/09/25).
Menanggapi keluhan tersebut, awak media mencoba konfirmasi dengan Yanto selaku kasi Ekbang Desa melalui sambungan telepon whatsapp.
Di dalam sambungannya ia mengakui pasir yang dikirim di awal proyek tidak sesuai yang diharapkan, karena alasan dari material, pasir yang sesuai sulit didapat.
“Begini, Pak, sebenarnya kami meminta material pasir yang bagus. Tapi, waktu pengiriman pertama, alasan dari pihak material, mereka kesulitan mencari pasir yang bagus. Sementara pekerja sudah kami suruh kerja, dan itu sampai di-cancel, menunggu material sampai dua hari. Akhirnya, pasir yang dikirim seperti itu”.katanya.
Ia juga menambahkan, pihaknya sempat kecewa dengan pengiriman material yang tidak sesuai, akan tetapi pada pengiriman kedua dikirim pasir yang sesuai peruntukannya.
“Saya juga sempat marah karena pasirnya seperti ini. Tapi, pengiriman selanjutnya, pasir dikirim yang bagus. Memang di lokasi ada dua jenis pasir, mohon maaf, Pak, itu bukan keinginan kami, tapi materialnya yang susah dicari. Apalagi ini menggunakan Dana Desa. Terima kasih, Pak, sudah dikoreksi”.imbuhnya. Kamis, (11/09/25).
Diketahui, Pembangunan TPT ini sendiri merupakan salah satu program yang didanai dari DD Tahun 2025 dengan nilai anggaran Rp. 57.657.000, bervolume 130 M2.
Dengan adanya dugaan ketidaksesuaian spesifikasi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah desa dan masyarakat setempat.
Diharapkan, tidak kesesuaian pada penggunaan material pasir ini dapat segera diselesaikan dan diperbaiki, agar pembangunan TPT dapat memberikan manfaat yang optimal bagi warga Desa Buniwangi.
Dengan tayangnya pemberitaan ini, awak media akan terus mengkonfirmasi pihak terkait lainnya untuk memberikan informasi terbaru kepada masyarakat.
(FIS/SDR)












