Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

P3TGAI: Pemerintah Genjot Kedaulatan Pangan Melalui Perbaikan Irigasi di Cilacap

badge-check


					P3TGAI: Pemerintah Genjot Kedaulatan Pangan Melalui Perbaikan Irigasi di Cilacap Perbesar

Cilacap, nuansarealitanews.com. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy Banjar, melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di beberapa desa di Kecamatan Kedungreja dan Gandrungmangu, Cilacap, Jawa Tengah.

 

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.

 

 

Monev ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Dinas PSDA Cilacap, Kejaksaan Negeri Cilacap, Polresta Cilacap, kepala desa, ketua P3A, dan tenaga pendamping masyarakat.

 

 

Pada tahun anggaran 2025, program P3TGAI telah disalurkan ke 33 titik yang dikelola oleh kelompok tani P3A, dan saat ini pembangunannya sudah hampir selesai.

 

 

Program bantuan pemerintah ini bertujuan mengatasi kesulitan yang dialami petani dalam mengelola sawah mereka akibat pasokan air irigasi yang belum merata, yang selama ini berdampak pada hasil panen padi yang kurang maksimal.

 

 

Dengan adanya P3TGAI, pasokan air untuk persawahan warga diharapkan menjadi lebih merata.

 

 

Dampak Nyata di Lapangan

Mariman, Ketua P3A Desa Bangunreja, Kecamatan Kedungreja, menyambut gembira bantuan P3TGAI ini. Senada dengan Mariman, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), Basuki Rahmat, menjelaskan bahwa sebelum program ini ada, petani hanya bisa menggarap sawah satu hingga dua kali dalam setahun karena sulitnya mendapatkan pasokan air dari irigasi besar. Kondisi ini membuat hasil produksi panen padi tidak maksimal.

 

 

Anang Pambudi Widodo, PPK OP4 SATKER OPSDA BBWS Citanduy, menjelaskan bahwa monev ini adalah bentuk komitmen dan dukungan pemerintah untuk meningkatkan hasil panen petani.

 

 

Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi dalam program ini adalah pengerjaan yang dilakukan oleh masyarakat setempat yang bukan ahli konstruksi.

 

Karena itu, Anang menegaskan bahwa jika ditemukan indikasi pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, pihaknya tidak akan ragu untuk menggandeng Aparat Penegak Hukum (APH) dan membongkar pekerjaan tersebut.

 

Anang berharap masyarakat dapat menjaga dan memelihara saluran irigasi yang telah dibangun agar tetap awet dan bermanfaat.

 

Dengan terpeliharanya saluran ini, diharapkan hasil panen petani akan meningkat, kesejahteraan masyarakat akan membaik, dan Indonesia dapat mencapai swasembada pangan.

 

(Bambang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Gelar Wisuda Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026

13 Mei 2026 - 15:04 WIB

25 Ekor Sapi Diduga Lolos ke Jawa, Kasus SKH Palsu di Gilimanuk Disorot: Nama Oknum Polisi Disebut, Penyidik Dipertanyakan

13 Mei 2026 - 15:01 WIB

Percepat Ekonomi Kerakyatan, Danrem 102/Pjg Tinjau Progres Pembangunan KDKMP di Kotawaringin Timur

13 Mei 2026 - 12:34 WIB

Personil polsek lakukan Patroli ke pasar harian Pujon desa Pujon.

13 Mei 2026 - 08:51 WIB

Personil Polsek kapuas tengah Rutin lakukan imbauan larangan karhutla kepada masyarakat.

13 Mei 2026 - 08:49 WIB

Trending di News