Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Wali Kota Bandung Tinjau Langsung Titik Rawan, Siapkan Solusi Konkret Atasi Banjir di Kelurahan Mekar Mulya

badge-check


					Wali Kota Bandung Tinjau Langsung Titik Rawan, Siapkan Solusi Konkret Atasi Banjir di Kelurahan Mekar Mulya Perbesar

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan langkah konkret dalam menangani persoalan banjir yang kerap melanda wilayah Kelurahan Mekar Mulya, Kecamatan Panyileukan.

 

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat kegiatan Siskamling Siaga Bencana ke-17 di Kelurahan Mekar Mulya, Selasa 14 Oktober 2025.

 

Farhan mengatakan, Pemkot Bandung telah menerima sejumlah keluhan dari warga dan Forum RW terkait permasalahan aliran air yang belum optimal mengalir ke kolam retensi.

 

“Kami sudah turun langsung ke lapangan. Ada keluhan dari Forum RW tentang alur air agar bisa masuk ke kolam retensi. Perubahannya tidak bisa dilakukan seketika, tetapi akan kita tangani melalui program dana prakarsa,” jelas Farhan.

 

Menurutnya, dana prakarsa yang diberikan pemerintah untuk setiap kelurahan berkisar antara Rp100 juta per tahun. Dana tersebut diharapkan mampu membantu penanganan infrastruktur dasar, termasuk perbaikan sistem drainase dan pengendalian banjir.

 

“Ini pekerjaan yang harus melibatkan dinas perencanaan dan tata ruang supaya hasilnya maksimal,” ujarnya.

 

Farhan juga terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, hadir pula anggota DPRD Kota Bandung yang memiliki daerah pemilihan di wilayah tersebut.

 

“Kebetulan ada anggota dewan juga yang dapilnya di sini. Kita akan usulkan perbaikan khusus agar bisa dianggarkan lebih besar di tahun berikutnya,” tambahnya.

 

Selain soal banjir, Farhan menyoroti pengelolaan sampah di kawasan tersebut. Ia meminta masyarakat dan media turut memantau efektivitas fasilitas pengolahan sampah organik di sekitar Pasar Induk.

 

“Saya belum meninjau langsung, tapi berdasarkan laporan, sampah organik sudah tertangani. Kalau memang masih ada kekurangan, kami akan tindak lanjuti,” katanya.

 

Ia mengatakan, upaya penanganan banjir dan sampah harus berjalan beriringan. Menurutnya, pengolahan sampah adalah satu-satunya solusi jangka panjang untuk mencegah penyumbatan saluran air.

 

“Enggak ada cara lain selain pengolahan. Hanya itu,” tegasnya.

 

Berdasarkan data dari dokumen profil kelurahan, wilayah Mekar Mulya memiliki luas 121,52 hektare dengan 6 RW dan 37 RT, serta kondisi geografis datar yang membuatnya rawan genangan saat hujan deras.

 

Salah satu titik banjir berada di Jalan Pamekar Timur XXI RW 04, yang kerap tergenang hingga 3–4 jam dengan sekitar 20 rumah terdampak.

 

Farhan menambahkan, saat Pemkot Bandung juga membuat sistem kerja baru yang memungkinkan koordinasi langsung di tingkat kelurahan melalui Siskamling Siaga Bencana.

 

“Itulah sebabnya saya akan selalu berkantor di kelurahan setiap hari Senin sampai Jumat. Kalau kelurahan berhasil mencapai status Kawasan Bebas Sampah (KBS), maka akan ada insentif tambahan,” ujarnya. (rob)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pererat Silaturahmi, Babinsa Koramil 1015-07/Parenggean Aktif Laksanakan Komsos di Desa Binaannya

10 Mei 2026 - 09:03 WIB

POLSEK KAPUAS HULU PATROLI DI SPBU CEGAH ADANAYA PENYALAHGUNAAN BBM BERSUBSIDI

10 Mei 2026 - 07:57 WIB

Kuasa Hukum: Ahmad Dedi Tidak Menghindar Dari Media dan Kehadirannya di KPK sebagai Saksi, Hormati Proses Hukum

10 Mei 2026 - 07:54 WIB

POLSEK KAPUAS HULU PATROLI DIALOGIS DI SPBU, PASTIKAN KETERSEDIAAN BBM AMAN

10 Mei 2026 - 07:50 WIB

POLSEK KAPUAS HULU RUTIN BERI PENYULUHAN BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOBA KEPADA PEMUDA

10 Mei 2026 - 07:46 WIB

Trending di News