Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Alhamdulillah! Pemkot Bandung Gelontorkan Rp39 Miliar untuk Insentif 9.232 Guru Keagamaan

badge-check


					Alhamdulillah! Pemkot Bandung Gelontorkan Rp39 Miliar untuk Insentif 9.232 Guru Keagamaan Perbesar

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menunjukkan keberpihakannya terhadap pendidikan keagamaan dengan menyerahkan insentif bagi 9.232 guru agama, guru madrasah, guru mengaji, hingga ustaz–ustazah dari seluruh penjuru Kota Bandung.

 

Penyerahan secara simbolis dipimpin langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, di hadapan para ulama, kiai, pengurus ormas, tokoh masyarakat, serta ribuan guru keagamaan yang hadir dalam suasana penuh kekhidmatan.

 

Acara dimulai dengan lantunan doa dan salam penghormatan, yang menurut Farhan merupakan ekspresi rasa syukur atas kesehatan dan kesempatan berkumpul dalam rangka pembangunan spiritual Kota Bandung.

 

“Semua ini kita lakukan demi iman kita kepada Allah SWT. Kita bersyukur karena hidup di kota yang penuh rahmat, tempat para ulama dan guru agama membimbing masyarakat,” ujar Farhan di Masjid Al-Ukhuwah, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Rabu, 10 Desember 2025.

 

Farhan mengungkapkan, ketika Bandung memasuki usia ke-215 tahun pada 2025, kota ini semakin mengokohkan jati dirinya sebagai kota kebhinekaan.

 

“Bandung adalah kota yang inklusif. Di dalamnya hidup keberagaman suku, agama, dan kondisi sosial. Kesetaraan dan keadilan adalah nilai penting yang menjadikan kita kuat,” katanya.

 

Ia menilai bahwa di tengah keberagaman, ulama dan guru agama memainkan peran sangat penting sebagai penjaga nilai moral dan spiritualitas masyarakat.

 

Para guru agama sering kali hadir dengan kesederhanaan, tetapi dampak yang mereka hasilkan adalah luar biasa, melahirkan generasi bangsa.

 

Karena itulah, Pemkot Bandung mengalokasikan Rp39 miliar tahun ini untuk insentif guru keagamaan, sebuah bentuk penghargaan nyata terhadap jasa mereka.

 

“Dengan kerendahan hati, kami mohon para guru menerima insentif ini. Tanpa guru agama, tidak ada generasi yang beradab,” ucap Farhan.

 

Di tengah dinamika kota, Farhan mengaku sering menerima kritik. Baginya, kritik, justru memperkuat pemerintah untuk tetap rendah hati dan berpihak kepada rakyat.

 

Sambutan ditutup dengan selawat dan doa bersama, meneguhkan hubungan harmonis antara pemerintah, ulama, dan masyarakat.

 

Dengan pengalokasian anggaran yang besar bagi guru keagamaan, Pemkot Bandung menegaskan komitmennya menjaga Bandung sebagai kota religius dan berkeadaban. (ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Piket polsek lakukan Patroli ke pasar harian Pujon desa Pujon.

8 Mei 2026 - 14:19 WIB

Piket Polsek Kapuas Tengah laksanakan PAM shalat Jum’at di masjid Al Furqon Pujon.

8 Mei 2026 - 14:16 WIB

Piket Polsek kapuas tengah Rutin lakukan imbauan larangan karhutla kepada masyarakat.

8 Mei 2026 - 14:13 WIB

Giat Berikan Imbauan kepada warga masyarakat rutin oleh piket Polsek Kapuas Tengah.

8 Mei 2026 - 14:10 WIB

Personil Polsek kapuas tengah laksanakan Patroli Rutin ke bank BRI unit Pujon.

8 Mei 2026 - 14:06 WIB

Trending di News