Majalengka, Kasus penjualan traktor bantuan pemerintah di Desa Cengal, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka yang sebelumnya masuk pemberitaan kembali muncul. Didin, pengelola traktor sekaligus Ketua PAC Kecamatan Maja Partai PPP yang mendapatkan alat berat tersebut melalui aspirasi dewan, mengakui secara langsung telah menjual traktor bantuan tersebut.

“Saya mohon maaf, handphone saya sering dipakai anak. Saya sudah ngobrol juga dengan Pak Kuwu karena bukan cuma Kang Fahmi yang nanya soal penjualan traktor ini.”ujar Didin ketika ditemui awak media yang didampingi dengan Iyus sebagai Kadus Cengal. Selasa, (02/12/25).
Ia mengakui traktor bantuan pemerintah tipe G1000 telah dijual seharga Rp17 juta melalui perantara Nunu dari Sadasari. Menurutnya, meskipun disebut bantuan gratis, proses pengambilan traktor dari Cianjur tetap saja membutuhkan biaya hingga kisaran Rp. 7 juta.
“Jadi gini, uang hasil penjualan Rp. 17 juta itu, saya gunakan untuk mengambil kembali uang saya yang keluar Rp. 7 juta. Sisanya saya gunakan beli traktor yang lebih kecil seharga Rp. 7 juta, lalu dijual lagi ke orang Desa Pasanggrahan sebesar Rp. 6,7 juta”.jelas Didin.
Ia menambahkan, dari uang Rp. 17 juta juga diberikan Rp. 700 ribu kepada Pak Ambang dan beberapa kepada oknum media. “Bersihnya saya cuma terima Rp1 juta” katanya.
Didin mengaku belum memberitahukan kasus ini kepada Anggota Dewan PPP Wilayahnya yang dipimpin Pak Fajar. Ia juga menjelaskan alasan penjualan karena traktor tipe besar tidak cocok dengan kondisi sawah di wilayahnya, sehingga diputuskan ditukar ke yang lebih kecil yang kemudian juga disewakan dan dijual.
Sementara itu, Iyus sebagai Kadus Cengal yang dimintai keterangan menambahkan, masalah penjualan traktor ini sudah muncul sejak setahun yang lalu (2023), ketika oknum media juga datang menanyakan hal yang sama.
“Istilahnya, ada yang memberi tapi tidak sepenuhnya memberi. Oknum media itu pernah menjajikan tidak akan ada masalah lagi”.tukas Kadus Cengal.
Terpisah, Fajar Sidik selaku Anggota Dewan Kabupaten Majalengka dari Partai PPP saat di mintai tanggapannya terkait pemberitaan yang sudah tayang melalui sambungan whatssapp tidak dijawabnya sampai berita ini tayang yang kedua kalinya.
Warga menginginkan penjelasan yang jelas dari pihak terkait, terutama mengenai alur bantuan yang seharusnya mudah diakses namun malah menyisakan masalah baru. Banyak yang menuntut agar kasus ini tidak hanya berakhir di pemberitaan, tetapi juga diikuti dengan tindakan tegas jika ditemukan kesalahan.
(Tim Biro Majalengka)












