Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Pemkot Bandung Akselerasi Penanganan Potensi Banjir dan Pengelolaan Sampah di Antapani Kulon 

badge-check


					Pemkot Bandung Akselerasi Penanganan Potensi Banjir dan Pengelolaan Sampah di Antapani Kulon  Perbesar

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mempercepat penanganan potensi banjir sekaligus pengelolaan sampah di Kelurahan Antapani Kulon.

 

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat menghadiri kegiatan Siskamling Siaga Bencana, Kamis 18 Desember 2025.

 

Farhan menyebut, sejumlah RW di Antapani Kulon kerap mengalami genangan saat hujan akibat aliran sungai dari arah utara ke selatan yang tersendat karena penyempitan saluran.

 

“Masalahnya di RW 4, 5, 6, dan 7 itu kalau hujan ada genangan karena aliran sungai dari arah utara ke selatan macet karena menyempit ke arah Antapani,” ujar Farhan.

 

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Bandung menyiapkan langkah normalisasi sungai yang disertai penambahan saluran air agar potensi banjir tidak terus berulang.

 

“Nanti kita akan coba melakukan normalisasi sambil menambah saluran-saluran air. Kalau tidak, daerah sini akan terus mengalami banjir,” katanya.

 

Selain persoalan banjir, Farhan juga menyoroti pengelolaan sampah di kelurahan Antapani Kulon, khususnya sampah organik yang membutuhkan penanganan khusus di tingkat kewilayahan.

 

“Masalah sampah di sini ada, terutama soal pengaturan. Sampah paling banyak itu sampah organik, dan pengelolaan serta pembuangannya memang tidak mudah,” ucapnya.

 

Ia mengapresiasi inisiatif warga RW 7 yang telah berhasil mengolah sampah organik meski dengan keterbatasan lahan. Salah satu sosok yang ia sebut ialah Oman, warga RW 7 Kelurahan Antapani Kulon.

 

“Pak Oman ini salah satu champion pengolahan sampah di RW 7. Lahannya sempit, di pinggir sungai, tapi berhasil,” kata Farhan.

 

Menurutnya, pengolahan sampah berbasis RW menjadi salah satu solusi untuk mengurangi beban pengiriman sampah ke tempat pembuangan akhir.

 

“Sehari bisa mengolah sekitar 50 kilogram sampah dari satu RW. Sampah organik diolah menggunakan maggot, ada juga yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak,” jelasnya.

 

Pemkot Bandung pun menargetkan ke depan setiap RW memiliki peran aktif dalam pengolahan sampah organik sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.

 

“Pengolahan organik itu tidak ada satu cara tunggal. Ada biodigester, maggot, komposting, semua digunakan sesuai kondisi. Minimal tiap RW punya titik pengolahan sementara, dan yang paling sentral ada di kelurahan,” tutur Farhan.

 

Pantauan langsung dari kegiatan Siskamling Siaga Bencana ini akan dilakukan pada Jumat 19 Desember 2025. Sejumlah permasalahan yang bisa ditindaklanjuti dengan cepat, akan selesai dalam kurun waktu 24 jam.(ray)**

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Disnaker Perluas Program Padat Karya, Targetkan Serap 4.600 Warga Bandung

3 April 2026 - 10:17 WIB

Fokus Pencegahan, Pemkot Bandung Perkuat Antisipasi Pohon Tumbang dan Reklame Roboh

3 April 2026 - 10:14 WIB

POLSEK KAPUAS HULU LAKUKAN PENANAMAN JAGUNG KUARTAL II TAHUN 2026, DUKUNG KETAHANAN PANGAN  

3 April 2026 - 09:56 WIB

DUKUNGAN KETAHANAN PANGAN, POLSEK KAPUAS HULU LAKSANAKAN PENANAMAN JAGUNG KUARTAL II TAHUN 2026

3 April 2026 - 09:52 WIB

POLSEK KAPUAS HULU SOSIALISASI CEGAH DAN BAHAYA LAHGUN NARKOTIKA KEPADA MASYARAKAT

3 April 2026 - 09:41 WIB

Trending di News