Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Lindungi Generasi Muda dari Memetic Radicalization, Kepala BNPT Dorong FKPT Hadir sebagai Benteng

badge-check


					Lindungi Generasi Muda dari Memetic Radicalization, Kepala BNPT Dorong FKPT Hadir sebagai Benteng Perbesar

Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Eddy Hartono, S.I.K., M.H., menyoroti secara mendalam fenomena memetic radicalization yang kini menjadi ancaman nyata bagi generasi muda. Sebagai upaya perlindungan, dibutuhkan peran pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di seluruh daerah untuk menjadi benteng pertahanan sejak dini.

 

“FKPT harus hadir di sini menjadi benteng pertahanan karena ada tahapan radikalisasi yang sangat terstruktur di dunia digital. Jaringan teror menggunakan media sosial sebagai wadah memetic radicalization,” jelas Kepala BNPT saat membuka Rakornas FKPT ke-VIII Tahun Anggaran 2025 di Jakarta pada Selasa (23/12/2025).

 

Dalam arahannya, Kepala BNPT menjelaskan tahapan radikalisasi digital pada generasi muda serta fenomena radikalisasi yang semula membutuhkan waktu 3 hingga 5 tahun secara manual, kini mengalami akselerasi menjadi hanya 3 hingga 5 bulan saja.

 

“Dimulai dari digital grooming, dimana pelaku membentuk komunitas untuk membangun rasa simpati, kebersamaan, dan rasa nyaman. Begitu perasaan itu terbentuk, pelaku akan menarik korban ke platform yang lebih tertutup untuk dieksploitasi. Tadinya mereka membutuhkan 3 atau 5 tahun untuk meradikalisasi individu kini hanya 3 sampai 5 bulan saja,” tambahnya.

 

Sementara itu, Direktur Pencegahan Brigjen TNI Dr. Sigit Karyadi, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pelaksanaan Rakornas ini bertujuan untuk memberikan acuan yang jelas dalam pelaksanaan kegiatan serta evaluasi program – program pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan.

 

“Hasil yang ingin dicapai melalui pertemuan ini adalah meningkatkan intensitas kolaborasi BNPT dengan mitra strategis serta pengurus FKPT dari 36 provinsi dan 3 kabupaten. Fokus utama kami adalah melakukan evaluasi dan monitoring terhadap akuntabilitas pelaksanaan kegiatan, sekaligus meningkatkan efektivitas kebijakan program FKPT di masa mendatang,” ujar Sigit Karyadi.

 

Rakornas FKPT ke-VIII merupakan akhir dari rangkaian program kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan terorisme melalui FKPT tahun anggaran 2025.

 

(Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kelompok Tani Siap Gandeng LBH Jakarta, Laporkan Dugaan Mafia Tanah ke Bareskrim & PTUN

8 Mei 2026 - 13:30 WIB

POLRES SERUYAN GELAR PATROLI OBJEK VITAL KAWASAN PERBANKAN KOTA KUALA PEMBUANG

8 Mei 2026 - 13:24 WIB

POLSUBSKTOR DANAU SELULUK PATROLI DAN AMANKAN SPBU 66.742.01 DI DESA RUNGAU RAYA

8 Mei 2026 - 13:17 WIB

KAPOLSEK HANAU HADIRI PAPARAN TINDAK LANJUT KONSEP FKPMS PT. TAPIAN NADENGGAN UNTUK KOPERASI PELANGI DANAU SELULUK

8 Mei 2026 - 12:30 WIB

POSPOL BATU AGUNG HADIRI SERAH TERIMA JABATAN KEPALA DESA DAN KETUA TP PKK DESA BATU AGUNG

8 Mei 2026 - 12:25 WIB

Trending di News