Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

DPRD Murung Raya

Bebie Minta Pemerintah Perkuat Pengawasan ODGJ di Desa

badge-check


					Bebie, S.Sos Perbesar

Bebie, S.Sos

Nuansarealitanews.com – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie, S.Sos., S.H., M.M., M.A.P, menyoroti secara serius kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang pria di Desa Olong Siron, Kecamatan Tanah Siang, yang menewaskan seorang warga pada 16 Januari 2026 lalu. Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, pelaku diketahui tengah mengalami gangguan kejiwaan dan saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.

Menurut Bebie, peristiwa tragis tersebut menjadi peringatan keras bagi semua pihak bahwa persoalan kesehatan jiwa tidak bisa dianggap sepele dan harus ditangani secara sistematis serta berkelanjutan.

“Kejadian di Desa Olong Siron ini sangat memprihatinkan. Ini menunjukkan bahwa pengawasan, pendampingan, dan penanganan ODGJ masih perlu diperkuat, terutama di tingkat desa dan keluarga,” tegas Bebie saat dimintai tanggapan, Selasa (20/1/2026).

Menurutnya juga kasus ini tidak boleh dipandang sebagai kejadian berdiri sendiri. Ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi sejauh mana sistem pengawasan dan respons terhadap ODGJ berjalan di lapangan.

Bebie menyebutkan berdasarkan data Dinas Sosial Murung Raya, jumlah ODGJ di daerah ini terus mengalami peningkatan, dengan tercatat sekitar 400 ODGJ sepanjang tahun 2025, meskipun tidak seluruhnya melakukan perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ).

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mulai dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, pemerintah desa, Kelurahan, Kecamatan hingga aparat keamanan seperti Polri dan TNI dalam penanganan ODGJ.

“Dinas Sosial berperan sebagai fasilitator, sedangkan aspek medis menjadi ranah Dinas Kesehatan. Semua pihak harus berjalan seiring agar penanganan ODGJ tidak terputus di tengah jalan,” jelasnya.

Selain itu, Ketua Komisi II DPRD Mura ini mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat layanan kesehatan jiwa.

“Kami di DPRD, khususnya Komisi II, akan terus mendorong kebijakan dan anggaran yang berpihak pada penanganan kesehatan jiwa, karena ini menyangkut keselamatan masyarakat luas,” tutur Bebie.

Secara khusus, Bebie juga mengimbau masyarakat agar lebih proaktif. Apabila terdapat anggota keluarga yang diduga mengalami gangguan kejiwaan, diharapkan segera dilakukan pemeriksaan medis awal di Pustu atau Puskesmas terdekat dan melapor ke Dinas Sosial agar bisa di bantu.

“Deteksi dan penanganan sejak dini sangat penting agar pasien mendapatkan pengobatan lebih awal dan tidak berkembang menjadi kondisi yang berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan masyarakat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cegah Berita HOAX, Polsek Kapuas Timur Sosialisasikan HPUS

16 Juni 2026 - 03:51 WIB

Musdes / perencanaan RKP Tahun anggaran 2027 Desa Anjir Mambulau Barat Kec. Kapuas Timur Kab. Kapuas Prov. Kalteng

10 Juni 2026 - 05:09 WIB

Putus Penyebaran Berita Hoax, Polsek Kapuas Timur Sampaikan Stop Hoax Kepada Warga Masyarakat dan Bijak dalam Menerima dan Menyampaikan Informasi

27 Mei 2026 - 03:24 WIB

Putus Penyebaran Berita Hoax, Polsek Kapuas Timur Sampaikan Stop Hoax Kepada Warga Masyarakat dan Bijak dalam Menerima dan Menyampaikan Informasi

21 Mei 2026 - 06:53 WIB

Polsek Kapuas Timur Sambangi Tokoh Masyarakat di Desa Anjir Serapat Timur

7 Mei 2026 - 05:36 WIB

Trending di DPRD Murung Raya