Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Dilirik Kemenko IPK, Lahan Warga Batununggal Berpotensi Jadi RTH Produktif dan Sentra Urban Farming

badge-check


					Dilirik Kemenko IPK, Lahan Warga Batununggal Berpotensi Jadi RTH Produktif dan Sentra Urban Farming Perbesar

Kota Bandung berpeluang menambah ruang terbuka hijau (RTH) sekaligus kawasan urban farming terpadu. Hal itu terungkap saat Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) yang diwakili Asisten Deputi Penyelenggara Tata Ruang dan Penataan Agraria, Djuang Fadjar Sodikin, bersama Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengunjungi Kecamatan Batununggal, Rabu 4 Maret 2026.

 

Camat Batununggal, Latief menjelaskan, rombongan meninjau langsung lahan milik warga yang selama ini dikelola masyarakat menjadi urban farming atau Buruan Sae.

 

“Awalnya Pak Wali menyampaikan rencana pengelolaan sampah terpadu di sini. Namun dari Kementerian melihat potensi lahan ini untuk dijadikan RTH,” kata Latief di sela-sela kegiatan, Rabu 4 Maret 2026.

 

Menurutnya, Wali Kota Bandung terlihat tertarik dengan potensi lahan tersebut. Ke depan, opsi pembelian lahan oleh pemerintah pun terbuka, baik melalui Kementerian maupun Pemerintah Kota Bandung.

 

“Tapi untuk lahan ini apakah jadi dibeli atau tidak, masih akan dikoordinasikan lebih lanjut,” jelasnya.

 

Lahan yang sebelumnya merupakan tanah adat milik warga setempat itu dulunya tidak terkelola dan cenderung terbengkalai. Atas koordinasi bersama, warga memperkenankan lahan tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat jadi Buruan Sae

 

Kini, kawasan itu telah berkembang menjadi sentra urban farming yang produktif. Berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari peternakan ayam, kolam ikan hingga budidaya sayuran seperti pakcoy.

 

Hasilnya dimanfaatkan untuk mendukung program penanganan stunting di wilayah Batununggal. Produk pertanian dan peternakan dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan digunakan sebagai bahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita.

 

“Dengan adanya buruan sae ini, hasilnya langsung dirasakan masyarakat. Dikelola warga, dimanfaatkan untuk kebutuhan gizi anak-anak,” ujar Latief.

 

Jika terealisasi, lahan tersebut berpotensi dikembangkan menjadi RTH produktif yang tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota untuk menghasilkan udara lebih bersih, tetapi juga tetap mempertahankan konsep urban farming berbasis pemberdayaan masyarakat.

 

Konsep ini dinilai sejalan dengan kebutuhan Kota Bandung dalam memperluas ruang terbuka hijau sekaligus mendorong ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi warga.

 

“Kita tunggu koordinasi lanjutan antara Pemkot dan Kementerian. Harapannya, lahan ini bisa memberikan manfaat jangka panjang, baik secara lingkungan maupun sosial ekonomi,” pungkasnya.(kyy)**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Personil Polsek kapuas tengah Rutin lakukan imbauan larangan karhutla kepada masyarakat.

26 Juni 2026 - 16:54 WIB

Personil polsek lakukan Patroli ke pasar harian Pujon desa Pujon.

26 Juni 2026 - 16:51 WIB

Piket Polsek kapuas tengah lakukan giat patroli roda dua malam di sekitar desa Pujon.

26 Juni 2026 - 16:48 WIB

Kanit Reskrim polsek berikan Arahan pada laksanaan apel pagi di halaman mapolsek.

26 Juni 2026 - 16:44 WIB

POLRES SERUYAN LAKSANAKAN PENGATURAN LALU LINTAS SAAT IBADAH JUMAT DI MASJID NURUL YAQIN

26 Juni 2026 - 10:42 WIB

Trending di News