Tamiang Layang – Upaya membangun budaya tertib berlalu lintas tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum di jalan raya, tetapi juga dengan menanamkan pemahaman sejak usia dini. Semangat inilah yang terlihat dalam kegiatan edukasi yang dilaksanakan Kabag Ops Polres Barito Timur Polda Kalteng, Kompol Volvy Apriana, S.Pd., M.A., bersama personel Polwan kepada anak-anak TK Kemala Bhayangkari 21.Rabu, 4/3/2026
Kegiatan yang berlangsung di Aula Pratisarawirya Polres Barito Timur tersebut mengusung tajuk “Polisi Sahabat Anak”. Dalam suasana penuh keceriaan, para siswa dikenalkan dengan berbagai rambu-rambu lalu lintas, fungsi lampu lalu lintas, serta pentingnya disiplin dan keselamatan saat berada di jalan.

Kompol Volvy Apriana menyampaikan materi dengan pendekatan komunikatif dan interaktif, disesuaikan dengan usia anak-anak. Melalui media gambar, simulasi sederhana, serta dialog ringan, para siswa diperkenalkan makna warna pada lampu lalu lintas—merah berarti berhenti, kuning bersiap, dan hijau berjalan—serta arti rambu-rambu dasar seperti larangan dan peringatan.
Kapolres Barito Timur, AKBP Eddy Santoso, S.I.K., M.H., melalui Kabag Ops Kompol Volvy Apriana, menegaskan bahwa pendidikan keselamatan berlalu lintas harus dimulai sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter disiplin dan kesadaran hukum.
“Melalui program Polisi Sahabat Anak, kami ingin menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan sejak usia dini. Anak-anak adalah generasi penerus, sehingga pemahaman tentang keselamatan berlalu lintas perlu dikenalkan secara sederhana namun berkesinambungan,” ujar Kompol Volvy menyampaikan pesan Kapolres.
Menurutnya, pendekatan humanis yang dilakukan Polwan bertujuan membangun kedekatan emosional antara anak-anak dengan institusi kepolisian. Dengan demikian, citra polisi sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dapat tertanam positif dalam benak anak-anak.
Kegiatan edukasi ini juga menjadi bagian dari strategi preventif Polres Barito Timur dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di masa mendatang. Data nasional menunjukkan bahwa faktor kelalaian manusia masih menjadi penyebab dominan kecelakaan lalu lintas, sehingga edukasi berkelanjutan menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.
Selain penyampaian materi, kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan foto bersama. Anak-anak tampak antusias menjawab pertanyaan seputar rambu lalu lintas dan menunjukkan pemahaman yang telah mereka peroleh.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Polres Barito Timur berharap budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh dari lingkungan keluarga dan sekolah, sehingga tercipta generasi yang lebih disiplin, sadar hukum, serta berperan aktif dalam mewujudkan keamanan dan keselamatan berlalu lintas di wilayah Kabupaten Barito Timur.(Joe)












