Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Hari Kartini: Pemberdayaan Perempuan Kunci Kemajuan Peradaban Kota Bandung

badge-check

Hari Kartini: Pemberdayaan Perempuan Kunci Kemajuan Peradaban Kota Bandung Perbesar

Peringatan Hari Kartini menjadi momentum refleksi sekaligus langkah konkret dalam memperkuat peran perempuan. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut, pemberdayaan perempuan merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban kota.

 

Ia mengingatkan, sejarah panjang perjuangan perempuan di Indonesia, termasuk di Bandung, menjadi bukti bahwa kemajuan bangsa tidak lepas dari peran perempuan.

 

Farhan menyinggung tokoh perempuan pelopor pendidikan di Bandung, Raden Dewi Sartika, yang telah mendirikan Sekolah Keutamaan Istri di masa penjajahan. Menurutnya, langkah tersebut menjadi tonggak penting dalam membuka akses pendidikan bagi perempuan.

 

“Ketika sebuah bangsa memuliakan dan memberdayakan perempuannya, maka bangsa itu akan terangkat harkat dan derajatnya,” ujar Farhan saat peringatan Peringatan Hari Kartini tingkat Kota Bandung di Pendopo Kota Bandung, Selasa 21 April 2026.

 

Ia juga mengaitkan perjuangan tersebut dengan semangat Raden Ajeng Kartini yang mendorong kesetaraan pendidikan bagi perempuan di Indonesia. Gerakan tersebut, kata Farhan, turut menginspirasi lahirnya berbagai organisasi dan lembaga pendidikan nasional.

 

Dalam konteks kekinian, Farhan menilai tantangan perempuan, khususnya perempuan kepala keluarga, semakin kompleks. Selain menghadapi tekanan ekonomi, mereka juga memikul tanggung jawab penuh dalam membesarkan anak.

 

“Status perempuan sebagai kepala keluarga bukan sekadar simbol emansipasi, tetapi fakta sosial yang harus kita dukung dengan kebijakan nyata,” katanya.

 

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya laki-laki, untuk tidak memandang perempuan sebagai pihak yang lemah, melainkan sebagai mitra sejajar dalam membangun keluarga dan masyarakat.

 

“Jangan pernah takut bersaing dengan istri. Justru kita harus menunjukkan kepada anak-anak bahwa ibu mereka adalah perempuan yang berdaya,” ungkapnya.

 

Farhan menyampaikan apresiasi kepada seluruh perempuan di Kota Bandung yang telah berkontribusi dalam berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, dunia usaha, hingga aktivitas sosial. (rob)**

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Giat Berikan Imbauan kantibmas kepada warga di lakukan Personil Polsek Kapuas Tengah.

18 Juli 2026 - 16:29 WIB

Piket Polsek kapuas tengah lakukan giat patroli roda dua malam di sekitar desa Pujon.

18 Juli 2026 - 16:27 WIB

Personil polsek lakukan giat Patroli rutin ke pasar harian Pujon desa Pujon.

18 Juli 2026 - 16:23 WIB

Bupati Aceh Tamiang Panen Raya Pascabencana, Targetkan 1.201 Ton Gabah untuk Ketahanan Pangan

18 Juli 2026 - 14:10 WIB

Bupati Aceh Tamiang pimpin rapat koordinasi Forkopimda perkuat sinergi pemulihan Pasca-Bencana

18 Juli 2026 - 14:07 WIB

Trending di News