Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Siswa MTs Parenggean Ditemukan Meninggal Dunia, Diduga Terseret Arus Sungai Tualan

badge-check

Nuansarealitanews.com, Kotawaringin Timur (Kalteng) – Kabar duka menyelimuti Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Seorang pelajar laki-laki berinisial AS (15), siswa kelas sembilan Madrasah Tsanawiyah (MTs), ditemukan dalam keadaan meninggal dunia (MD) setelah diduga terseret arus saat mandi di Sungai Tualan, tepat di belakang Pasar Parenggean pada Senin, 27 April 2026.

 

Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Kotim, AKP Edy Wiyoko, S.E., mengonfirmasi kejadian memilukan tersebut. Ia menyatakan bahwa korban telah berhasil dievakuasi dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

 

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, peristiwa bermula saat korban bersama tiga rekannya sedang mandi di aliran Sungai Tualan. Berikut adalah urutan kejadiannya:

 

Peringatan Rekan: Korban yang diduga tidak mahir berenang sebenarnya sudah diingatkan oleh teman-temannya agar tetap berada di pinggiran sungai yang dangkal.

 

Terseret ke Tengah: Meski telah diperingatkan, korban tetap nekat menuju ke bagian tengah sungai. Tak lama kemudian, korban diduga mengalami kelelahan.

 

Arus Sungai: Karena kondisi fisik yang melemah dan arus sungai yang cukup kuat, korban kehilangan kendali dan mulai hanyut terbawa arus.

 

Upaya Penyelamatan: Rekan-rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan, namun derasnya arus membuat usaha mereka tidak membuahkan hasil.

 

Proses Pencarian

Mendapat laporan adanya warga yang tenggelam, personel Polsek Parenggean bersama warga setempat langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Setelah dilakukan pencarian intensif, jasad korban akhirnya berhasil ditemukan.

 

“Pihak kepolisian bersama warga melakukan pencarian hingga akhirnya korban ditemukan, namun sayangnya dalam keadaan meninggal dunia,” ujar AKP Edy Wiyoko.

 

Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anak saat bermain di sekitar aliran sungai, terutama bagi mereka yang tidak memiliki kecakapan berenang, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

 

(Umar k/Hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rusaknya Moralitas Birokrasi: Dugaan Skandal Asmara, Hedonisme, dan Transaksional Jabatan di Pekanbaru

23 Juni 2026 - 12:39 WIB

Kemenkes Bersama Komisi IX DPR RI Gelar Sosialisasi Budaya Mutu dan Keselamatan Pasien di Lapangan SMP PGRI 23 Bantarsari

23 Juni 2026 - 12:13 WIB

Jejak Panjang Para Kesatria Amfibi, Pangkormar Kukuhkan 947 Prajurit

23 Juni 2026 - 12:12 WIB

22.250 KK Aceh Tamiang Terima Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah Tahap III

23 Juni 2026 - 10:07 WIB

Rekonstruksi UU Cipta Kerja Harus Seimbangkan Investasi dan Keadilan Pekerja

23 Juni 2026 - 10:04 WIB

Trending di News