SUKAMARA – Mengingat karakteristik wilayah pesisir yang juga memiliki lahan gambut, Sat Polairud Polres Sukamara memanfaatkan giat sambang dialogis untuk mengedukasi warga mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Sosialisasi ini ditujukan bagi warga yang beraktivitas di tepian sungai dan hutan mangrove, yang dilaksanakan pada, Kamis (30/04/2026) Pagi.
Petugas memberikan pemahaman mengenai sanksi hukum bagi pelaku pembakaran lahan dengan sengaja serta dampak buruk yang ditimbulkan oleh asap bagi kesehatan. Warga diajak untuk lebih bijak dalam mengolah lahan di sekitar bantaran sungai tanpa menggunakan metode bakar guna menjaga kelestarian lingkungan dan kualitas udara.

Kapolres Sukamara AKBP Abdian Berkat Ndraha, S.I.K., S.H., M.H. melalui Kasat Polairud menyampaikan bahwa perlindungan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Beliau berharap melalui edukasi yang konsisten di wilayah perairan, masyarakat semakin sadar akan bahaya Karhutla yang dapat mengganggu jarak pandang navigasi pelayaran.
Selain pesan lingkungan, personel juga memberikan imbauan kamtibmas umum terkait pencegahan aksi kriminalitas di lingkungan pemukiman terapung. Masyarakat diminta untuk selalu mengunci pintu rumah dan menambatkan perahu dengan aman guna menghindari aksi pencurian alat mesin kapal yang sering menyasar kelengahan warga.
Kegiatan sosialisasi dan sambang dialogis ini berjalan lancar dengan tingkat partisipasi warga yang cukup tinggi. Sat Polairud Polres Sukamara akan terus menjalin komunikasi aktif dengan masyarakat guna mewujudkan wilayah perairan yang aman, hijau, dan kondusif bagi seluruh warga Kabupaten Sukamara. (HMS)












