MAGETAN, nuansarealitanews.com – Bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan terus ditunjukkan oleh DPRD Kabupaten Magetan bersama tim medis RSUD dr. Sayidiman. Kali ini, mereka mengunjungi Efendy, warga Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, yang menderita sakit akibat kecelakaan kerja sejak tahun 2015.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Magetan, Suyono Wiling, yang sebelumnya menerima aspirasi masyarakat terkait kondisi Efendy yang tak kunjung membaik.
Dokter spesialis saraf dari RSUD dr. Sayidiman, dr. RR. Paramita Nurina, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir, kondisi pasien membutuhkan penanganan lanjutan di rumah sakit dengan fasilitas bedah saraf yang lebih lengkap.
“Dari hasil CT scan terakhir, pasien memerlukan tindakan lanjutan. Kami sarankan untuk dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar,” ujarnya.
Namun demikian, proses penanganan sempat terkendala karena pihak keluarga pasien menolak rawat inap. Untuk sementara, tim medis memberikan penanganan simptomatik guna mengurangi gejala yang dialami pasien.
“Kami tetap menghargai keputusan keluarga. Saat ini penanganan difokuskan pada pengobatan gejala seperti kejang, nyeri, dan peradangan otak,” tambahnya.
Lebih lanjut, dr. Paramita menyampaikan bahwa kondisi pasien kemungkinan sulit kembali seperti semula, mengingat telah terjadi komplikasi serius seperti kontraktur pada anggota tubuh serta gangguan daya ingat.
Pihak RSUD juga memberikan opsi rujukan lanjutan melalui mekanisme berjenjang. Pasien dapat terlebih dahulu dirujuk melalui puskesmas ke poli saraf RSUD Sayidiman, sebelum kemudian diarahkan ke rumah sakit rujukan tingkat lanjut seperti RSUD dr. Soetomo atau RSUD dr. Moewardi.
“Insya Allah penanganan bisa ditanggung melalui BPJS Kesehatan,” jelasnya.
Meski Direktur RSUD tengah menunaikan ibadah haji, pelayanan tetap berjalan optimal dengan respons cepat dari tim medis yang langsung turun ke lapangan. Hal ini menjadi bukti komitmen pelayanan publik yang tetap prima.
Sementara itu, Anggota DPRD Magetan Suyono Wiling menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang diterimanya.
“Kami sudah beberapa kali datang ke rumah Mas Efendy. Kondisinya belum menunjukkan perkembangan signifikan, sehingga kami berkoordinasi dengan pihak RSUD agar ada penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Ia juga menggambarkan kondisi Efendy yang sangat memprihatinkan. Selama kurang lebih 11 tahun terakhir, korban tidak mampu beraktivitas secara mandiri dan sepenuhnya bergantung pada keluarga.
“Untuk makan, mandi, hingga aktivitas dasar lainnya, semua membutuhkan bantuan keluarga. Ini tentu membutuhkan kesabaran luar biasa,” pungkasnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal percepatan penanganan medis yang lebih komprehensif, sekaligus wujud nyata sinergi antara legislatif dan layanan kesehatan dalam merespon kebutuhan masyarakat. (gs)












