Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Pemkot Bandung Kaji Teknologi Alternatif Pengolahan Sampah Autothermix

badge-check


					Pemkot Bandung Kaji Teknologi Alternatif Pengolahan Sampah Autothermix Perbesar

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah mengkaji teknologi alternatif pengolahan sampah berbasis autothermix sebagai salah satu opsi pendukung penanganan sampah di Kota Bandung.

 

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain beserta jajaran DLH Kota Bandung meninjau prototipe teknologi pengolahan sampah milik PT Tohaan Renewable Energy Engineering, Kamis 7 Mei 2026.

 

Kepala Bidang Pengelolaan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung proses dan potensi pengembangan teknologi yang ditawarkan.

 

“Pak Sekda melihat salah satu inovasi pengolahan dan pemusnahan sampah menggunakan autothermix. Saat ini prototipenya berkapasitas 1 ton per hari, namun harapannya bisa dikembangkan hingga 50 ton per hari,” ujar Salman.

 

Menurutnya, berbagai aspek masih akan dikaji lebih lanjut sebelum adanya keputusan lanjut.

 

“Kami akan kaji lebih dalam, baik dari sisi penggunaan teknologinya, skema kerja samanya, lokasi, dan hal-hal teknis lainnya. Nanti hasilnya akan dilaporkan kepada Pak Sekda,” katanya.

 

Sementara itu, Direktur Utama PT Tohaan Renewable Energy Engineering, Budi Permana menjelaskan, teknologi autothermix yang dikembangkan merupakan sistem pengolahan sampah berbasis proses termal dengan konsep minim oksigen.

 

Menurutnya, pendekatan tersebut berbeda dengan sistem pembakaran konvensional karena lebih menitikberatkan pada proses peluruhan material sampah melalui pengendalian suhu dan oksigen.

 

“Konsepnya menggunakan minim oksigen dengan proses termal tertentu sehingga sampah mengalami peluruhan,” ujar Budi.

 

Ia menambahkan, perangkat yang saat ini ditinjau masih berupa prototipe dengan kapasitas sekitar 1 ton sampah per hari dan dirancang agar dapat dikembangkan ke kapasitas yang lebih besar.

 

“Versi pertama perangkat kami sudah beroperasi sejak Desember 2023 di Kabupaten Serang. Sekarang yang dilakukan adalah penyempurnaan,” katanya.

 

Menurut Budi, teknologi tersebut dikembangkan oleh tenaga lokal dan diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif solusi penanganan sampah di Kota Bandung.

 

Pemkot Bandung memastikan, peninjauan ini merupakan bagian dari upaya mencari berbagai alternatif solusi pengelolaan sampah yang tetap memperhatikan aspek regulasi, teknis, dan lingkungan. (ray)**

 

 

 

Plh. Kepala Diskominfo Kota Bandung

 

 

 

Andri Darusman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BHABINKAMTIBMAS PANIMBARAYA NGOPI BARENG WARNAI SILATURAHMI

7 Mei 2026 - 10:52 WIB

SATLANTAS POLRES SERUYAN TINJAU RISK ASSESMENT LATIHAN BALAP ATLET PORPROV

7 Mei 2026 - 10:46 WIB

BHABINKAMTIBMAS SAMBANG WARGA DESA SANDUL, PERKUAT SILATURAHMI DAN DETEKSI DINI KEAMANAN

7 Mei 2026 - 10:38 WIB

Pelatihan Jurnalistik Digelar diJoglo Aspirasi Riyono Caping, Angkat Tema Straight News dan Hukum Etika Pers

7 Mei 2026 - 09:22 WIB

ANTISIPASI KEJAHATAN PERBANKAN, POLSEK KAPUAS HULU LAKSANAKAN PATROLI RUTIN SIANG

7 Mei 2026 - 08:04 WIB

Trending di News