Nuansarealitanews.com, Sampit (Kalteng) – Komandan Kodim (Dandim) 1015/Sampit, Letkol Inf Dwi Candra Setyawan, S.I.P., secara resmi memimpin Upacara Pembukaan Latihan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menggunakan metode Aplikasi Sistem Blok. Upacara yang berlangsung di Lapangan Panahan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (07/04/2026) ini menjadi langkah strategis dalam mengantisipasi musim kemarau di wilayah tersebut.

Sinergi Lintas Sektoral
Latihan ini tidak hanya melibatkan personel TNI dari Kodim 1015/Sampit dan Yonif TP 923/Mentaya, tetapi juga merangkul berbagai instansi serta pihak swasta guna menciptakan penanganan yang terpadu. Unsur-unsur yang terlibat antara lain:
Instansi Pemerintah: BPBD dan Manggala Agni.
Sektor Swasta: PT. BPP, PT. BIS, PT. CKP, dan PT. OBJ.
Metode Penanganan: Apa Itu Sistem Blok?
Dalam arahannya, Letkol Inf Dwi Candra Setyawan menjelaskan bahwa Sistem Blok merupakan metode taktis yang mengedepankan efisiensi melalui tiga pilar utama:
Pemetaan Wilayah: Identifikasi titik rawan secara mendetail.
Pembagian Sektor: Membagi area penanganan agar tanggung jawab personel lebih fokus.
Pemadaman Terintegrasi: Koordinasi alat dan tenaga antar instansi secara real-time.
“Kegiatan ini diawali dengan pelatihan teori dan drill teknis selama lima hari. Hari ini adalah tahap aplikasi lapangan untuk menguji sejauh mana kesiapan personel dalam menerapkan teori yang telah diberikan,” ujar Dandim.
Komitmen Menjaga Lingkungan
Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Seruyan memang menjadi fokus utama karena memiliki potensi kerawanan Karhutla yang cukup tinggi setiap tahunnya. Dandim menegaskan bahwa sinergitas adalah kunci agar bencana asap tidak kembali menghantui masyarakat.
Tujuan Utama Pelatihan:
Peningkatan Keterampilan: Mengasah kemampuan teknis personel di lapangan.
Penguatan Koordinasi: Memastikan komunikasi lintas sektor (TNI, Pemerintah, dan Swasta) berjalan tanpa hambatan.
Respon Cepat: Mewujudkan penanganan yang cepat, tepat, dan terpadu sebelum api meluas.
“Harapannya, melalui latihan ini, seluruh potensi yang ada dapat digerakkan secara efektif dan efisien. Kita ingin memastikan bahwa saat ancaman itu datang, kita sudah dalam kondisi siap tempur melawan api,” pungkas Letkol Inf Dwi Candra Setyawan.
(Umar k)












