Nuansarealitanews.com-Aceh Tamiang. Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, S.E.I menerima kunjungan kerja Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Aceh II, Teuku Abdul Khalid, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri sekaligus Kasatgas Wilayah Aceh, Syafrizal Zakaria Ali, beserta Tim Kementerian PUPR di Ruang Rapat Bupati, Sabtu 23/05/2026.

Dalam pertemuan tersebut Ismail menyebutkan beberapa kendala untuk pembangunan Huntap harus segera diselesaikan, mengingat masih terdapat masyarakat yang menghuni di tenda pengungsian. Selama enam bulan terakhir pascabencana. Ungkapnya.
Selain itu, Ismail juga menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi Pemerintah Daerah (Pemda) khususnya terkait penyediaan lahan pembangunan huntap yang masih terkendala persetujuan dari beberapa pihak perusahaan.
Lanjut Ismail, percepatan pembangunan infrastruktur sangat dibutuhkan,agar masyarakat segera mendapatkan tempat tinggal yang layak huni.
Selanjutnya snggota Komisi IV DPR-RI Teuku Abdul Khalid mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat langsung progres penanganan pascabencana di wilayah Aceh,serta mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan guna mempercepat proses pemulihan. Hasil dari kunjungan tersebut nantinya akan dibahas dalam rapat bersama Ketua Satgas Nasional Tito Karnavian. Ujarnya.
“Penyelesaian huntap harus segera ditindaklanjuti. Jangan sampai terlambat,dan terkait penanganan bencana merupakan harapan masyarakat korban bencana yang hingga kini masih tinggal di tenda-tenda pengungsian,” tegas TA Khalid.
Dalam agenda rapat bersama tersebut, terdapat pembahasan sejumlah persoalan yang krusial, terkait pembangunan huntap.
Yakni rencana pembangunan huntap di lahan PT Parasawita,yang batal dilaksanakan karena masyarakat memilih relokasi mandiri di lahan miliknya masing-masing.
Adapun Selain itu, areal lahan PT Seumadam yang diperuntukkan bagi warga Desa Sekumur, dinilai terlalu jauh dari pemukiman warga. Sementara itu, areal lahan PT Epan yang berada di Desa Bukit Rata,juga belum dapat digunakan karena pihak perusahaan menyatakan lahan tersebut masih produktif,meskipun perusahaan telah menawarkan areal lahan pengganti di lokasi lain.
Ismail,SE,I pada kesempatan itu mengusulkan. Pemerintah pusat mempercepat pengerukan ungai Tamiang. Untuk mengantisipasi banjir pada saat musim hujan. Mengingat masyarakat yang tinggal di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) sangat rentan terdampak.
Selain itu, Ismail juga meminta perhatian khusus. Terhadap perbaikan jembatan yang pondasinya mulai tergerus air, serta dilakukan pemulihan terhadap layanan PDAM yang belum sepenuhnya normal pasca bencana Hidrometeorologi. Ujarnya.
Pada kesempatan itu juga, Sekretaris Daerah Aceh Tamiang, Drs Syuibun Anwar turut menyampaikan permohonan percepatan pencairan dana jadup tahap III dan IV, yang telah diusulkan semenjak bulan April yang lalu.
Namun hingga kini belum terealisasi. Tutur Syaibun.
Menanggapi hal tersebut, TA Khalid meminta seluruh pihak dan masyarakat tetap bersabar, karena pemerintah pusat,terus berupaya maksimal dalam melakukan penyelesaian penanganan bencana di Provinsi Aceh. Sesuai mekanisme dan proses yang berlaku. Ulas T,Khalid.
Pantauan awak media kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah, para Asisten, Kepala Dinas PUPR, Kabag Pemerintahan, Kabag Prokopim serta Camat Sekerak, Camat Karang Baru dan Camat Kejuruan Muda dan undangan lainnya. (AR)












