MAGETAN – Nuansarealitanews.com — Pemerintah Desa Temenggungan, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, melaksanakan kegiatan fogging atau pengasapan guna memberantas penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Senin (8/06/2026).

Kegiatan fogging tersebut difokuskan di wilayah RT 03 RW 04 dan RT 04 RW 04 Desa Temenggungan. Pelaksanaan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan setelah adanya laporan dari Pemerintah Desa Temenggungan melalui Pos Kesehatan Desa (Poskesdes).
Berdasarkan laporan yang masuk, terdapat empat (4) warga yang terindikasi terkena DBD di wilayah tersebut. Sebagai langkah penanganan, fogging dilakukan dengan radius kurang lebih 100 meter dari lokasi rumah warga yang terdampak guna memutus rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti.
Penanggung jawab Poskesdes Desa Temenggungan, Bu Venti, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan respons cepat atas meningkatnya kasus DBD di lingkungan tersebut.
“Fogging ini dilakukan sebagai upaya pencegahan sekaligus memutus rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti yang menjadi penyebab DBD. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Sekretaris Desa Temenggungan “Amin Sutikno, yang turut melakukan pengawasan langsung di lokasi fogging saat diwawancarai awak media Nuansa Realita menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah desa dalam melindungi kesehatan masyarakat.
“Kami bersama tim terus melakukan pemantauan langsung di lapangan agar pelaksanaan fogging berjalan maksimal dan tepat sasaran. Harapan kami, masyarakat juga ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan agar kasus DBD tidak kembali meningkat,” ungkapnya.
Sementara itu, PJ Kepala Desa Temenggungan, Subono, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan yang telah sigap menindaklanjuti laporan dari pihak desa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan yang telah membantu pelaksanaan fogging ini. Harapannya, dengan adanya kegiatan ini, masyarakat dapat terhindar dari ancaman penyakit DBD,” jelas Subono.
Ia juga mengingatkan warga agar tidak hanya mengandalkan fogging, namun turut aktif melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) seperti menguras, menutup, dan mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Kegiatan fogging ini disambut antusias oleh warga setempat yang berharap lingkungan mereka menjadi lebih sehat dan terbebas dari ancaman penyakit DBD.
Dengan sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan penyebaran DBD di wilayah Desa Temenggungan dapat ditekan secara maksimal. (agus)












