Gunung Mas – Polsek Sepang jajaran Polres Gunung Mas (Gumas) menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. Personel kepolisian bersama penyuluh pertanian dan kelompok tani (poktan) setempat menggelar aksi penanaman jagung massal untuk Kuartal II Tahun 2026 di tiga lokasi berbeda secara simultan, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan produktif ini dimulai serentak pada pukul 08.00 WIB, salah satunya berpusat di lahan Kelompok Tani (Poktan) Binaan Polri (Katur 1) Desa Sepang Kota, Kecamatan Sepang, Kabupaten Gumas. Di lokasi pertama ini, Kapolsek Sepang Ipda Purwanto, S.H., memimpin langsung jalannya penanaman jagung di atas lahan seluas 2 hektare, didampingi oleh personel Polsek serta tim Penyuluh Pertanian Kecamatan Sepang.

Tidak hanya di Kecamatan Sepang, aksi positif yang digagas oleh Korps Bhayangkara ini juga merambah ke wilayah Kecamatan Mihing Raya. Dua titik lahan masyarakat binaan Polri lainnya, yakni di Desa Tuyun pada pukul 08.00 WIB dan Desa Tumbang Empas pada pukul 10.00 WIB, turut disulap menjadi kawasan pertanian produktif dengan luasan masing-masing mencapai 2 hektare.
Secara akumulatif, gerakan ketahanan pangan yang diinisiasi oleh Polsek Sepang ini berhasil menggarap total 6 hektare lahan tidur milik masyarakat binaan. Guna memastikan hasil panen yang optimal di ketiga desa tersebut, pihak kepolisian bersama dinas terkait telah mendistribusikan total 60 bungkus bibit jagung unggul berukuran 1 kilogram, dengan pembagian masing-masing 20 bungkus per lokasi.
Kapolres Gunung Mas AKBP Heru Eko Wibowo, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Sepang Ipda Purwanto, S.H., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari akselerasi program Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam menjaga stabilitas pangan di tingkat daerah. Pihaknya berkomitmen untuk tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat pedesaan.
“Kami dari jajaran Polsek Sepang, mewakili Bapak Kapolres Gunung Mas, berkomitmen penuh untuk mengawal ketahanan pangan ini dari hulu ke hilir. Kehadiran Polri di tengah-tengah petani bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk pendampingan nyata agar masyarakat mampu memanfaatkan lahan potensial dengan maksimal demi kesejahteraan bersama,” ujar Ipda Purwanto.
Sinergi yang kuat antara kepolisian dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Kecamatan Sepang dan Kecamatan Mihing Raya menjadi kunci kelancaran program ini. Para penyuluh tidak hanya mengawasi proses penanaman, tetapi juga memberikan edukasi teknis mengenai tata cara perawatan tanaman jagung kuartal kedua ini agar terhindar dari hama dan potensi gagal panen.
Proses penanaman di lapangan dilakukan dengan cara bergotong-royong menggunakan metode yang efisien dan terukur. Masyarakat desa binaan tampak sangat antusias dan menyambut positif kehadiran para personel kepolisian yang ikut turun langsung ke tanah menanam benih jagung, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat antara Polri dan warga.
Melalui program penanaman jagung Kuartal II ini, diharapkan dalam beberapa bulan ke depan, wilayah Kabupaten Gunung Mas dapat memanen hasil yang melimpah. Langkah taktis ini dinilai sangat strategis dalam menekan angka inflasi daerah, memperkuat stok jagung, serta membuka peluang peningkatan pendapatan bagi para petani lokal.
Seluruh rangkaian kegiatan penanaman jagung di tiga lokasi tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan lancar hingga selesai. Polsek Sepang menegaskan akan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala bersama tim penyuluh pertanian guna memastikan pertumbuhan tanaman jagung di lahan binaan tersebut berjalan sesuai dengan harapan. (sp)












