SERUYAN – Semangat gotong royong dan toleransi beragama terpancar kuat di Bumi Gawi Hatantiring. Pada Jumat pagi (19/06/2026), puluhan personel Sat Samapta Polres Seruyan turun ke jalan—bukan untuk patroli biasa—melainkan membawa sapu, kain pel, dan peralatan kebersihan.
Di bawah komando Kasat Samapta IPTU Pramono, para personel kepolisian ini menggelar aksi peduli lingkungan bertajuk “Kurve Gerakan Indonesia Asri” yang menyasar dua rumah ibadah sekaligus di Kuala Pembuang: Gereja Imanuel dan Mesjid Jami Al Azhar.
Implementasi Nyata Semangat “ASRI”
Kegiatan yang dimulai serentak pukul 08.00 WIB ini bukan sekadar agenda musiman. Aksi bersih-bersih ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Kapolda Kalteng melalui Surat Telegram Nomor: ST/153/III/TUK.5/2026. Tujuannya tegas: menanamkan prinsip ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di seluruh wilayah satuan kerja.
Mengenakan seragam dinas yang siap kotor, para personel membagi tugas secara efisien. Ada yang membersihkan halaman, merapikan tanaman, hingga menyapu dan mengepel bagian dalam rumah ibadah.

Bukan Sekadar Bersih-Bersih, Tapi Soal Hati dan Kinerja
Kapolres Seruyan melalui Kasat Samapta IPTU Pramono menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki esensi yang jauh lebih dalam dari sekadar membersihkan debu dan sampah.
“Melalui gerakan ini, kita ingin mewujudkan lingkungan yang bersih dan tertata. Lingkungan yang segar tentu akan meningkatkan semangat, konsentrasi, serta kinerja personel dalam melayani masyarakat,” ujar IPTU Pramono.
Ia juga menambahkan bahwa aksi di rumah ibadah lintas agama ini menjadi simbol penting untuk memupuk rasa memiliki, kedisiplinan, serta tanggung jawab bersama terhadap keasrian lingkungan tempat bertugas.
Kondusif Hingga Akhir
Aksi simpatik ini mendapat respons positif dari pengurus rumah ibadah dan warga sekitar yang melihat langsung kekompakan para polisi. Hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai, situasi di lapangan berjalan dengan sangat aman, tertib, dan penuh rasa kekeluargaan.
Melalui gerakan “Indonesia Asri” ini, Polres Seruyan membuktikan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) juga bisa dimulai dari hal kecil yang menyentuh hati: menjaga kesucian dan keindahan rumah ibadah.












