SUKAMARA – Dalam komitmen nyata menjaga kelestarian khazanah budaya daerah sekaligus mendekatkan institusi kepolisian dengan segenap elemen masyarakat, jajaran Kepolisian Resor Sukamara sukses menyelenggarakan kompetisi seni kriya tradisional bertajuk Lomba Menganyam Rotan yang bertempat di Aula Satya Haprabu Polres Sukamara, Jumat (19/06/2026) Pagi.
Agenda kultural yang berlangsung meriah dan penuh kehangatan ini dihadiri langsung oleh Wakapolres Sukamara KOMPOL Sri Mulyono, S.H., segenap Pejabat Utama (PJU) Polres Sukamara, pengurus inti Bhayangkari Cabang Sukamara, jajaran panitia pelaksana, serta tim dewan juri lomba yang berkompeten di bidang seni kerajinan tangan daerah. Kemeriahan acara ini semakin terasa dengan kehadiran para peserta lomba terbaik yang datang mewakili beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Sukamara, seperti perwakilan dari Kecamatan Jelai, Kecamatan Balai Riam, hingga Kecamatan Sukamara sendiri. Seluruh hadirin tampak memadati ruangan aula dengan antusiasme tinggi untuk menyaksikan kelihaian jari-jemari para pengrajin lokal dalam mengolah bahan baku menjadi karya seni bernilai estetik tinggi.

Kapolres Sukamara AKBP Abdian Berkat Ndraha, S.I.K., S.H., M.H. melalui Wakapolres Sukamara KOMPOL Sri Mulyono, S.H. menerangkan dalam sambutannya bahwa pergelaran lomba menganyam rotan atau yang dikenal luas oleh masyarakat Dayak sebagai tradisi menjawet uwei ini diselenggarakan secara khusus dalam rangka memeriahkan momentum Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Ditegaskan bahwa agenda ini merupakan wujud dedikasi dan kontribusi aktif Polri sebagai pelindung masyarakat yang juga menaruh kepedulian besar terhadap upaya merawat, melestarikan, serta membentengi warisan luhur budaya dan kearifan lokal Kalimantan dari gerusan modernisasi zaman. Pihak kepolisian ingin memosisikan Hari Bhayangkara sebagai ruang pesta rakyat yang sarat akan nilai-nilai edukasi kultural harian daerah.
Lebih lanjut dalam poin amanatnya, pimpinan menerangkan bahwa esensi utama dari perlombaan ini tidak semata-mata didasarkan untuk mencari peserta yang memiliki kecepatan tertinggi atau hasil paling rapi saja, melainkan sebagai wadah strategis dalam menumbuhkan jiwa kreativitas, ketelitian, sportivitas, serta memantik rasa kepedulian generasi muda terhadap kelangsungan budaya daerah. Dijelaskan pula bahwa komoditas rotan memiliki nilai filosofis budaya, cita rasa seni kriya, serta potensi nilai ekonomi yang sangat tinggi bagi masyarakat pedalaman, sehingga kelestariannya perlu terus dikembangkan sebagai bagian integral dari identitas daerah sekaligus pilar penopang sektor ekonomi kreatif yang ramah lingkungan di wilayah hukum Polres Sukamara.
Rangkaian kompetisi yang sarat akan nilai kebersamaan ini ditutup dengan pengumuman hasil penilaian dari tim dewan juri, di mana para pemenang yang berhasil meraih predikat Juara I dan Juara II di tingkat Polres Sukamara ini nantinya akan mendapatkan kehormatan besar untuk diberangkatkan menuju Polda Kalteng. Para pemenang terpilih tersebut akan menjadi duta resmi yang mewakili nama baik Polres Sukamara untuk bertanding kembali pada ajang serupa di perlombaan tingkat Polda Kalimantan Tengah. Pihak Polres Sukamara berharap melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, produk kerajinan anyaman rotan lokal dapat semakin dikenal luas di kancah provinsi serta memotivasi masyarakat untuk terus produktif melestarikan seni budaya daerah. (HMS)













