SUKAMARA – Jajaran Sat Polairud Polres Sukamara mengintensifkan pengawasan taktis di sektor perairan dengan menggelar patroli perairan menggunakan armada sarpras air guna memantau aktivitas masyarakat serta merawat stabilitas keamanan di sepanjang pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) Jelai, Kamis (25/06/2026) Pagi.
Operasi pemantauan di sepanjang koridor sungai ini difokuskan untuk memonitor secara langsung aktivitas hilir mudik transportasi air harian warga sekaligus menyambangi pemukiman penduduk yang berada di bantaran sungai. Di sela-sela interaksi tersebut, petugas menyisipkan pesan kamtibmas edukatif secara tegas mengenai larangan praktik penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) dengan menggunakan bahan kimia beracun atau alat setrum yang dapat merusak kelestarian lingkungan hayati. Selain itu, masyarakat bantaran sungai diimbau secara persuasif untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan dengan tidak membuang sampah domestik ke dalam aliran sungai guna mencegah pencemaran air dan bencana banjir musiman harian daerah kabupaten.

Kapolres Sukamara AKBP Abdian Berkat Ndraha, S.I.K., S.H., M.H. melalui Kasat Polairud AKP Muhammad Sakir, S.Sos. menerangkan bahwa penguatan patroli di sektor perairan pinggiran DAS Jelai ini merupakan langkah prioritas demi jaminan keselamatan jiwa sekaligus meredam celah aksi premanisme jalanan di kawasan dermaga perairan kabupaten. Pimpinan menegaskan bahwa segala bentuk intimidasi sosial atau pungutan liar terhadap para motoris perahu akan ditindak tegas tanpa kompromi demi hukum. Warga juga diajak proaktif memanfaatkan kanal aduan cepat bebas pulsa Call Center 110 milik Polri apabila menemui adanya indikasi gangguan ketertiban umum agar segera mendapatkan respon penanganan kilat dari satuan terdekat.
Pendekatan humanis yang digulirkan oleh jajaran Sat Polairud ini memicu respon yang sangat positif dari komunitas nelayan tradisional setempat yang berkomitmen merawat sistem pertahanan keamanan berbasis kemitraan mandiri. Melalui ruang komunikasi dua arah tanpa sekat ini, kepolisian berhasil menyerap langsung aspirasi publik perairan sekaligus menyosialisasikan standar keselamatan berlayar seperti wajib menyediakan alat pelampung darurat (life jacket). Pemahaman regulasi hukum berbasis komunitas ini terus dipacu agar sistem ketahanan kamtibmas di area pintu masuk maritim wilayah hukum polres berjalan kokoh dan mandiri sepanjang waktu.
Rangkaian operasional patroli perairan dan sambang wilayah bantaran sungai oleh Sat Polairud Polres Sukamara berjalan lancar dengan hasil pemantauan situasi wilayah yang terpantau sepenuhnya aman, rukun, damai, dan terkendali. Mobilitas armada angkutan rakyat di sepanjang jalur sungai mengalir tertib dengan kepatuhan masyarakat terhadap instruksi yang diberikan petugas di lapangan. Sat Polairud Polres Sukamara menegaskan konsistensinya untuk terus menggelar patroli berkala ini guna merawat kedaulatan kamtibmas dan kelestarian ekosistem sektor perairan secara bersih dan berkelanjutan. (HMS)












