Menu

Mode Gelap
Speedboat Bawa 23 Migran Tenggelam di Pantai Kuba, 2 Orang Tewas PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani Massa Reuni 212 Hanya Bisa Sampai Thamrin, Putar Balik ke HI Sambil Salawat Prof Tjandra: Varian Omicron Mungkin Berdampak pada Obat Pasien COVID-19

News

Perkuat Akses Pendidikan, Wali Kota Ajak Semua Pihak Hadir untuk Anak

badge-check


					Perkuat Akses Pendidikan, Wali Kota Ajak Semua Pihak Hadir untuk Anak Perbesar

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berupaya memastikan setiap anak memperoleh hak atas pendidikan tanpa terkecuali. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga diperkuat lewat kolaborasi bersama masyarakat, salah satunya melalui keberadaan Rumah Belajar Sabilulungan.

 

Hal itu disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat memberikan sambutan dalam acara Sarendeuk Saigel Sabilulungan Rumah Belajar, di Pendopo Kota Bandung, Senin 29 Juni 2026. Dalam suasana penuh kehangatan, Farhan berdialog langsung dengan para siswa yang antusias menceritakan pengalaman mereka mengikuti kegiatan belajar.

 

Saat ditanya mengapa senang belajar di Rumah Belajar Sabilulungan, anak-anak kompak menjawab karena gurunya baik, ceria dan mengajar dengan menyenangkan. Bagi Farhan, jawaban sederhana itu menjadi bukti bahwa pendidikan yang menghadirkan rasa nyaman mampu menumbuhkan semangat belajar anak.

 

“Ketika mendengar jawaban jujur dari anak-anak, ada kebahagiaan tersendiri. Semua yang kita lakukan untuk mereka terasa sangat berharga,” kata Farhan.

 

Ia pun mengenang pengalamannya mengikuti program Sekolah Inspirasi beberapa tahun silam. Saat itu, para profesional dari berbagai bidang diberi kesempatan mengajar di sekolah dasar. Namun, menurutnya, justru para relawan yang memperoleh pelajaran berharga tentang besarnya dedikasi seorang guru.

 

“Dulu kami datang dengan niat memberi inspirasi. Ternyata justru kami yang mendapatkan inspirasi. Dari situ saya semakin memahami betapa luar biasanya perjuangan para guru dalam mendidik anak-anak,” ujarnya.

 

Farhan menilai semangat serupa juga hadir di Rumah Belajar Sabilulungan. Menurutnya, para relawan bukan hanya memberikan ilmu kepada anak-anak tetapi juga memperoleh pelajaran tentang kepedulian, harapan dan kebahagiaan.

 

Ia mengibaratkan pembangunan bangsa dimulai dari perhatian kepada setiap anak.

 

“Kalau membangun rumah dilakukan bata demi bata, maka membangun bangsa dimulai dari anak demi anak,” jelasnya.

 

Di hadapan para siswa, Farhan juga mengajak mereka mempraktikkan kemampuan berbahasa Inggris. Baginya, keberanian anak-anak memperkenalkan diri menjadi gambaran bahwa akses terhadap pendidikan berkualitas mampu meningkatkan rasa percaya diri.

 

Meski demikian, Farhan mengaku masih terdapat tantangan besar dalam pemerataan pendidikan di Kota Bandung. Selain persoalan ekonomi, kini semakin banyak ditemukan anak yang kehilangan akses pendidikan akibat persoalan psikologis maupun kondisi keluarga.

 

Ia mengungkapkan, selama berkantor keliling di berbagai kelurahan, hampir selalu ditemukan anak yang sebenarnya memiliki kesempatan bersekolah, namun memilih tidak melanjutkan pendidikan karena berbagai persoalan di rumah.

 

“Keterbatasan akses pendidikan bukan hanya karena ekonomi. Ada juga faktor psikologis dan kondisi keluarga yang membuat anak enggan bersekolah,” ujarnya.

 

Farhan mencontohkan kasus seorang anak berusia sembilan tahun yang belum pernah mengenyam pendidikan. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, anak tersebut akhirnya diarahkan mengikuti program Sekolah Rakyat sebagai solusi agar tetap memperoleh hak belajar.

 

Menurutnya, keberadaan Rumah Belajar Sabilulungan menjadi pelengkap penting bagi sistem pendidikan formal karena mampu menjangkau anak-anak yang membutuhkan pendekatan lebih fleksibel.

 

Selain memperluas akses pendidikan, Farhan juga menekankan pentingnya kepemilikan dokumen administrasi kependudukan bagi setiap anak. Ia meminta seluruh anak dipastikan memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) agar dapat mengakses berbagai layanan pemerintah, termasuk pendidikan dan bantuan sosial.

 

Farhan juga mengatakan, Pemkot Bandung terus menjaga tiga layanan dasar yang menjadi prioritas pembangunan, yakni akses pendidikan, layanan kesehatan dan administrasi kependudukan.

 

Di sektor pendidikan, Pemkot Bandung menargetkan rata-rata lama sekolah warga terus meningkat hingga mencapai 12 tahun. Sementara di bidang kesehatan, Farhan memastikan tidak boleh ada masyarakat yang ditolak saat membutuhkan pelayanan medis, terlepas dari status administrasi kependudukannya.

 

Farhan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergotong royong mewujudkan Bandung sebagai kota yang semakin ramah anak dan nyaman dihuni.

 

Ia menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, mulai dari penyediaan ruang bermain yang layak hingga penguatan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

 

“Kolaborasi seperti inilah yang akan membuat Kota Bandung menjadi kota yang benar-benar layak dan nyaman bagi setiap anak untuk tumbuh, belajar dan meraih masa depan,” tuturnya. (kyy)**

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Waspada! Skrining HIV di Jogorogo Ungkap Risiko Besar bagi Ibu Hamil dan Bayi dalam Kandungan

29 Juni 2026 - 12:03 WIB

Kota Bandung Jadi Rujukan, Pemkot Padang Pelajari Sistem Parkir dan Transportasi

29 Juni 2026 - 11:14 WIB

Staf Ahli Bupati Hadiri Wisuda Santri MDTA ke-III se-Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2026

29 Juni 2026 - 11:10 WIB

POLSEK KAPUAS HULU RUTIN LAKSANAKAN IMBAUAN SERTA SOSIALISASI LAHGUN NARKOBA KEPADA WARGA

29 Juni 2026 - 09:36 WIB

POLSEK KAPUAS HULU RUTIN LAKUKAN IMBAUAN STOP LAHGUN NARKOBA PADA MASYARAKAT

29 Juni 2026 - 09:33 WIB

Trending di News